KERETA HANTU

Ahmad Zaini *

Tetes-tetes gerimis terlihat kerap meluncur dari atap stasiun tua. Tak tiknya mengetuk hati yang gundah karena sejak lima jam kumenunggu kereta yang tak kunjung tiba. Serangga-serangga malam beterbangan mengitari lampu yang menggantung sendiri. Mereka menari-nari menghibur diriku agar bersabar menunggu hingga kereta datang membawaku pergi dari tempat kuberdiri ini. Continue reading “KERETA HANTU”

Suatu Malam di Ujung Tahun

Ahmad Zaini*

Sepi dalam keramaian. Mungkin itulah gambaran batinku saat ini. Di tengah muda-mudi sedang mempersiapkan pesta dalam menyambut pergantian tahun baru, aku menyendiri di sebuah taman bunga di halaman rumah. Taman yang asri dengan semerbak bau wangi bunga yang sedang mekar. Kelopaknya yang elok dengan dikelilingi binatang penghisap madu, kudekati dan kuciumi tanpa mempedulikan ancaman binatang-binatang itu menyengat hidungku. Oh, betapa harum dan indahnya bunga ini. Continue reading “Suatu Malam di Ujung Tahun”

Senandung Salawat di Tengah Banjir

Ahmad Zaini*

Cahaya matahari di senja itu mulai berubah menjadi merah jingga. Kian lama kian redup. Lantas tak tampak lagi cahaya bundar memerah di ujung cemara di sebelah barat rumah. Gumpalan mega yang sejak sore bergantung di atas langit meredup dan dalam sekejap berubah menjadi gelap. Di atas langit kini tampak gemerlap bintang yang sejak tiga hari lalu tak muncul menghias indah malam lantaran cuaca hujan. Continue reading “Senandung Salawat di Tengah Banjir”

Ta’jil

Ahmad Zaini*
http://oase.kompas.com/

“Lagi-lagi Mbah Sumo bersikap seperti anak kecil. Ia selalu memperhatikan apa isi bungkusan yang menumpuk di sekitar para lelaki.”

Serambi masjid sore itu ramai oleh para jamaah yang mengikuti pengajian. Mereka duduk membentuk lingkaran dari satu titik hingga titik berikutnya. Mereka antusias mendengarkan ceramah yang disampaikan oleh ustadz babakan masalah agama khususnya tentang puasa Ramadhan. Kebetulan saat itu sudah memasuki hari kelima belas puasa bulan Ramadhan. Continue reading “Ta’jil”

Surga Ada di Dekatmu

Ahmad Zaini

Hamparan kebun kelapa sawit tumbuh hijau di atas tanah milik saudagar kaya raya, Suparman. Puluhan pekerja setiap hari bekerja di kebun lelaki yang sangat disegani penduduk di daerah itu. Sementara sang majikan, Suparman, hanya duduk manis di atas kap mobil mewah yang diparkir di pinggir perkebunan sawit miliknya. Caping melingkar lebar di atas kepalanya separuh menutupi wajahnya yang dipenuhi jambang lebat. Terkadang penampilannya itu sampai mengelabui pekerjanya sendiri dikira pengusaha kepala sawit lain yang ingin bekerja sama dengan Suparman. Continue reading “Surga Ada di Dekatmu”