Kepalanya Tertinggal di Kolong Kursi

Beni Setia
http://www.lampungpost.com/

PADA bus kota jurusan Perak, kata orang, lelaki itu masih sering muncul. Naik dari Terminal Purabaya, duduk di kursi untuk dua orang pada deret kedua dari depan, d sejak bus kota itu-bernomor L-2341-S-kembalikan polisi, sebagai barang bukti kejahatan, tapi tak ada yang berani mengoperasionalkannya karena dianggap sial-akan dijauhi penumpang. Sampai sopir, kondektur, dan kernet asli, yang tak kebagian bus lain, dipaksa keadaan untuk mengoperasionalkananya. Continue reading “Kepalanya Tertinggal di Kolong Kursi”

MENIMPALI TULISAN BENI SETIA DAN DWI PRANOTO

Skandal TUK Manipulasi Sejarah Sastra Jatim
Achmad Farid Tuasikal
cetak.kompas.com

“Bila politik menyesaki kehidupan bangsa dan kotoran, maka sastralah yang mampu membersihkannya.” (John F Kennedy).

Tepatnya, apabila politik itu bengkok, sastralah yang meluruskannya. Penyair dan karyanya (sastra) adalah bagian dari sejarah pergerakan bangsanya. Mereka memiliki peran penting dan strategis dalam upaya menjaga dan memompa semangat rakyat dalam melawan kejahatan, seperti penguasa zalim, penindas, korupsi, dan manipulasi. Continue reading “MENIMPALI TULISAN BENI SETIA DAN DWI PRANOTO”

Tulisan Beni Setia dikelenceki Saut Situmorang (II)

http://www.facebook.com/
Ruang Putih Jawa Pos [ Minggu, 15 Agustus 2010 ]
Belajar Sentosa dengan Arif

ARIF B. Prasetya -penyair, cerpenis, dan kurator kelahiran Madiun itu- merintis karir kepenulisan di Bengkel Muda, Surabaya, ketika berkuliah di ITS. Dia lantas menikah dan bermukim di Bali. Relatif tenang, tanpa gegar budaya yang menyeruak ke permukaan sebagai teks sastra, tidak seperti Oka Rusmini yang gerah dimarjinalkan oleh lingkungan padahal dirinya hanya mengutamakan cinta. Continue reading “Tulisan Beni Setia dikelenceki Saut Situmorang (II)”

Tulisan Beni Setia dikelenceki Saut Situmorang (I)

http://www.facebook.com/
MENYAMBUNG TULISAN AF TUASIKAL; “Menegakkan Estetika Alternatif”
Oleh: Beni Setia
KOMPAS JATIM CETAK: Jumat, 13 Agustus 2010 | 15:50 WIB

Tulisan AF Tuasikal, “Birokratisasi Sastra Jawa Timur” (Kompas, 29/7), meski hanya menyasar puisi dan inventarisasi penyair, sebenarnya menyodok dominasi Dewan Kesenian Jawa Timur di satu sisi dan kecenderungan adanya dominasi estetika yang amat mendikte selera redaksi, kurasi antologi bersama, serta aspek kebermutuan puisi mutakhir. Sebuah gugatan yang menohok tetapi dengan beberapa salah asumsi. Continue reading “Tulisan Beni Setia dikelenceki Saut Situmorang (I)”

Bahasa ยป