Kesusasteraan Tanpa Sastrawan

Beni Setia
http://www.suarakarya-online.com/

Ada serangkaian pertanyaan yang menggoda saya belakangan ini. Terutama, apa konsekuensi dari hubungan antara ilham dengan persiapan pra-menulis seorang pengarang. Di mana, di salah satu sisi, persiapan pra-menulis itu bermakna bakat dan kepekaan, kematangan tehnik dan wawasan mengarang yang berasal dari latihan menulis dan kebiasaan membaca, dan imajinasi dan fantasi yang dihidupkan oleh kreativitas dan empati. Sehingga sesuatu yang pasif dan hanya bertaraf potensi itu mendadak bisa dimotivasi, didinamisasi dan terbangkitkan, sehingga kerja mengarang itu mampu ditunaikan dan karangan terbentuk. Continue reading “Kesusasteraan Tanpa Sastrawan”

Ekologi Lumpur

Beni Setia
http://www.suarakarya-online.com/

ADA sebuah sajak naC/f yang sempurna sebagai sajak karena aspek repetisi yang mutlak dalam dirinya-dan bukan sekedar persanjakan sederhana yang bertumpu pada keberadaan bunyi vokal. Sajak yang diciptakan oleh Shoni Asmoro dan diberi judul “Alamat Lumpur”, yang lengkapnya sebagai berikutTTK2 Jalan lumpur, No 1 / RT Lumpur / RW Lumpur / Desa Lumpur / Kecamatan Lumpur / Kabupaten Lumpur // Sebelah rel kereta lumpur / Tepatnya di sekitar pabrik lumpur // Kami pemenang rekor dunia lumpur / Penghasil terbesar lumpur // Kami bangga lumpur. Continue reading “Ekologi Lumpur”

Melodrama Berkalung Gender

Beni Setia *
suarakarya-online.com

SAAT novel Abidah el-Khalieqy [AeK], Perempuan Berkalung Surban [PBS], difilmkan dan siap direlease di bioskop-bioskop Indonesia baru-baru ini, saya merasa tertantang untuk menyaksikan sejauh mana ide resolusi jenderiah AeK itu bisa tergali. Kenapa? Karena, pada dasarnya, novel PBS ini bertumpu di cerita melodrama wanita pesantren salafiah kecil di pedesaan Sundoro [baca: tak lebih dari 100 km dari Yogyakarta, PBS hlm 39], yang dikungkung ajaran fiqih yang bersumber penafsiran Hadis dan Qur’an yang teramat bersipat patriarki, dan kemudian tercerahkan karena berkemauan mengubah persepsi fiqihiah itu – dengan bantuan seorang ustad modern berpendidikan Gontor, al-Azhar Kairo dan universitas sekuler Berlin. Continue reading “Melodrama Berkalung Gender”

Setelah Lebaran

Beni Setia *
suarakarya-online.com

SEPULUH tahun yang lalu Bariah masih mencoba mudik tiap mau lebaran, ikut berdesakan dan reboh bawa oleh-oleh. Tapi saat sampai di rumah dan tidak kebagian kamar, karena kamar depan dipakai Kang Barjan dan anak-istri, kamar tengah dipakai Kang Barjun dan anak-istri, dan di dapur dipasang amben untuk Ayah yang sakit-sakitan, maka Bariah memutuskan tak akan pulang berlebaran, seperti pada hari lebaran 10 September yang lalu. Continue reading “Setelah Lebaran”

Bahasa ยป