Cekik

Beni Setia *
suaramerdeka.com

PINTU terbuka. Lelaki langsing hanya berkaus masuk, dengan secangkir kopi dan rokok terselip di bibir. Ia menutup pintu dengan sepakan kecil kaki kiri. Melangkah tenang, nyaris tanpa bunyi debap sepatu. Meletakkan cangkir kopi -ruapnya menimbulkan kesan intim ruang tamu, dan bukan ruang interogasi. Menarik kursi. Duduk. Memainkan ujung bara, membersihkan sisik sisa pembakaran yang siap luruh jadi abu. Continue reading “Cekik”

Debu

Beni Setia
suaramerdeka.com

WA ITAM seperti berusia empat puluh dua tahun. Saya katakan seperti –karena saat ditelusuri ke Pesantren Bayabah, Garut, kiai di sana mengerutkan kening. “Kiai Dullah itu buyut saya,” katanya.

Saya mengusap wajah,–istigfar. Kiai yang ditemui di pesantren narik kolot *)itu masih muda, mungkin berusia 39 tahun, dan sangat gampang ditemui karena pesantren itu sangat sunyi –meskipun kiai itu sempat bercerita tentang masa kejayaan pesantren itu, 75 tahun yang lalu. Dan penelusuran ke Kampung Ciranggaek, ke salah satu santri seangkatan Wa Itam, malah mempertemukan saya dengan Buldanurzaman –cucu Ki Oyek Fathoni, teman Wa Itam yang telah 50 tahun meninggal. Continue reading “Debu”

Bermula dari Sriwijaya

Beni Setia
suarakarya-online.com

AWAL dari fiksi berlatar Sriwijaya setebal xiv + 454 halaman ini, lihat Yudhi Herwibowo, Pandaya Sriwijaya TTK2 Dendam dan Prahara di Bhumi Sriwijaya, Sebuah Novel, Bentang Pustaka, September 2009-adalah cinta buta Pramodawardhani, putri pewaris tahta Samaratungga dan keponakan Balaputradewa, si pemangku estafet trah Sailendra. Yang memutuskan menikah dengan Jatiningrat, keturunan Sanjaya, hingga kuasa atas Mataram kuno dan Sriwijaya akan jatuh ke tangan trah Sanjaya, spontan patriarki bukan milik trah Sailendra lagi. Continue reading “Bermula dari Sriwijaya”

Elitisme Sastra Jawa

Beni Setia *
cetak.kompas.com

Temuan tersirat dari Festival Sastra Jawa dan Desa 2009 di Nglaran, Cakul, Trenggalek, adalah fenomena kuatnya ego kreatif sastrawan Jawa modern. Para kreator beranggapan problem sastra Jawa itu penciptaan dengan masalah eksplorasi dan eksploitasi tema dan bentuk ungkap di satu sisi serta mengekalkan teks ciptaan dalam ujud buku di sisi lain. Continue reading “Elitisme Sastra Jawa”

Bahasa ยป