Masa Depan Sastra Indonesia

Beni Setia *
lampungpost.com

RABU petang (7-1), seorang kawan mengirim SMS lolongan untuk satu prosesi (bakal) penguburan. “Turut berduka cita atas makin terpuruknya kehidupan Sastra di Indonesia. Setelah koran MI menghapus sastra dari jiwanya, sekarang giliran R”–perbaikan ejaan dan penyingkatan nama oleh penulis. Dan sampai malam, saya tidak tahu harus bagaimana menjawab tohokan itu. Continue reading “Masa Depan Sastra Indonesia”

Hak Cipta dan Hak Masyarakat

Beni Setia*
http://www.suarakarya-online.com/

SALAH satu realisasi sosialisasi sastra yang menonjol pada 2008 ini adalah penganugrahan hadiah sastra yang semakin dominan. Setidaknya setelah KLA yang diperuntukkan bagi buku-buku sastra yang terbit dalam rentang setahun sebelumnya – Juli 2007 sampai Juni 2008 -, muncul Hadiah Pena Kencana untuk puisi dan cerpen yang dipublikasikan lepas di koran-koran terpilih se-Indonesia. Sayang itikad baik, dengan nominal yang tak kecil itu, terantuk pada wibawa juri. Lebih tepatnya: selera penjurian yang dianggap subyektif, Continue reading “Hak Cipta dan Hak Masyarakat”

U L A R B U N T U N G

Beni Setia
http://www.suarakarya-online.com/

DUA PULUH LIMA tahun yang lalu tak ada jembatan P. Maksudku, jembatan beton bertulang dengan pengaling dinding yang juga beton, semacam tepi pembatas tempat kami duduk bersijuntai, berkumpul dan mengobrol di petang hari. Karena, sebenarnya saluran irigasi pengairan itu sudah ada sejak lama, sejak disiapkan untuk industri tebu, sebagai pamasok pabrik gula di M — yang sengaja dibuat pemerintah kolonial Belanda, untuk menguras kekayaan alam C dengan memanpaatkan rakyat yang lebih suka mengalah — hampir satu abad lampau. Continue reading “U L A R B U N T U N G”

Puisi Hening: Tradisi Liris R. Timur Budi Raja

Beni Setia
suarakarya-online.com

SELAIN Eliza Vitri Handayani, dengan novel Area X yang berlatarkan tradisi detektif bau science fiction, proyek lembaran sisipan “Kaki Langit” Majalah Sastra Horison itu melahirkan beberapa nama yang bisa disebut signifikan saat ini. Panggillah Faisal Kamandobat, yang selain menulis puisi juga menulis esei, dan makin terlihat potensinya sebagai eseis. Lalu, ada R Timur Budi Raja (selanjutnya Timur), yang dengan teguh hati mengujudkan obsesi jadi penyair. Continue reading “Puisi Hening: Tradisi Liris R. Timur Budi Raja”

Sutardji dan Sartre

Beni Setia
Jawa Pos, 28 Sep 2008

ADA banyak pihak yang kecewa ketika dengan senang hati Sutardji Calzoum Bachri (SCB) menerima Ahmad Bakrie Award 2008 untuk bidang kesusastraan –sebesar Rp 150.000.000 (seratus limapuluh juta rupiah). Mereka menginginkan SCB meniru Frans Magnis Suseno yang menolak pengharaan itu pada 2007, dengan mengaitkan institusi yang memberi anugerah itu (Freedom Institute) merupakan sisi sosial dari stake holder Bakrie Brother, yang salah satu anak perusahaannya (PT Lapindo Brantas) membuat masalah besar di Sidoarjo. Continue reading “Sutardji dan Sartre”