Posted by PuJa on October 3, 2011
Beni Setia http://www.suarakarya-online.com/ TERMIN realisme ini merujuk ke konteks sastra, secara naif diartikan sebagai narasi deskripsif yang mengungkap aspek kehidupan riil/nyata secara langsung, lugas dan cermat. Meski sesungguhnya kenyataan obyektif tidak bisa utuh ditampilkan dan dikenali lagi seperti apa adanya, karena yang ditampilkan di dalam teks itu kenyataan yang telah diseleksi serta digarisbawahi kepentingan subyektif [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on September 25, 2011
Beni Setia http://www.lampungpost.com/ Dua tahunan yang lalu, seorang teman dari temannya temanku meneruskan SMS dari seorang kawan dari kawannya temanku itu, bunyinya sederhana sekali: “Akhirnya saya memutuskan menolak tawaran ikut UK Intl. Literary Biennale 2009″. TIDAK ada yang istimewa dari SMS yang diterima pertengahan Maret ini, selain seseorang tak nyaman atau tak bisa hadir pada [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on August 22, 2011
Beni Setia Lampung Post, 21 Agus 2011 SEORANG teman yang gemar mengumpulkan dan mendalami bacaan tentang sufisme mengirim sebuah SMS selepas tengah malam. Pendek isinya: “Di alam kubur Rabi’ah al-Adawiyah didatangi dua malaikat, ditanya ‘Man Rabbik?—siapa Tuhanmu?’. Rabi’ah menangis dan balik berkata, ‘Masya Allah … tanya Tuhan, siapakah Rabi’ah.’” Saya tersenyum. Teringat akan dua anekdot [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on August 20, 2011
Beni Setia http://www.suarakarya-online.com/ EYANG BABAKAN menjauhi pusat kekuasaan kadaleman ketika ambisi ingin jadi si penguasa yang direstui Belanda berubah menjadi keculasan Dajjal-dengan bersengaja memfitnah saudara. “Tak ada yang abadi selain yang dipersiapkan untuk melakoni alam keabadian,” katanya-meninggalkan hak jadi dalem, meninggalkan kadelaman, serta jadi pendakwah di udik. Mengembara di sepanjang pesisir selatan sambil setengah melarikan [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on August 8, 2011
Beni Setia Lampung Post, 7 Agus 2011 PADA awalnya Mardi Luhung (ML) itu seorang penyair, setidaknya dibuktikan dengan kumpulan puisi tunggal semacam Terbelah Sudah Jantungku (1996), Wanita yang Kencing di Semak (2002), Ciuman Bibirku yang Kelabu (2002), serta Buwun (2010) yang memenangkan Khatulistiwa Literary Award 2010. Tapi awal dari semua itu fantasi bagi anak yang [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on August 1, 2011
Beni Setia http://www.suarakarya-online.com/ AFRIZAL MALNA, via “Sebuah Novel dalam 11 Cerpen dan Politik Imajinasi Jawa dari “dia-yang-bercerita”-Kata Pengantar di dalam kumpulan cerpen Fahrudin Nasrulloh, Syekh Bejirun dan Rajah Anjing (Pustaka Pujangga, Lamongan, 2011)-, menggarisbawahi tiga entitas pendukung cerita: obyek yang diceritakan, subyek sang pencerita, dan penerima cerita. Sedang Fahrudin Nasrulloh (FN), sebagai sang subyek pencerita, [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on July 11, 2011
Beni Setia Lampung Post, 27 Maret 2010 TONGGAK individualitas sastra Indonesia dipancangkan oleh Sutardji Calzoum Bachri dengan Kredo Puisi yang fenomenal. Dengan kredo itu, seluruh parameter penciptaan dan apresiasi puisi yang ditulis SCB bertolak dari konsep yang dirumuskan SCB. Dengan kredo itu, SCB tidak sekadar bilang kata adalah realitas itu sendiri dan bukan sekadar media [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on July 5, 2011
Beni Setia http://www.suarakarya-online.com/ KESAN sastrawi yang spontan muncul saat membaca 269 puisi Aspar Paturusi (AP) yang dikumpulkan dalam Badik (Garis Warna Indonesia, Jakarta, 2011)-dan 5 puisi antaranya dimuat di Suara Karya (Sabtu, 18/6/ 2011)-adalah pola berkreasi dan berkesenian yang penuh liukan dan lonjakan, yang dirumuskan Taufik Ismail sebagai “menggenggam semuanya … yang tak perlu ditanyakan [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on July 3, 2011
Beni Setia * http://www.lampungpost.com/ Lalu apa yang akan terjadi kalau cadangan minyak Brunei habis serta hibah kesimakmuran berakhir? Dengan apa dan secara apa mereka akan hidup di masa depan? TERMIN Camar Putih itu merujuk kepada eksistensi Sheikh Mansor bin Sheikh Mohammad, sastrawan Brunei Darussalam. Termin Camar Putih (selanjutnya: CP) itu sebagai penanda kegemarannya akan pantai—biografi [...]
Filed under: Esai