Narasi dan Substansi

Beni Setia
Suara Karya, 21 Sep 2013

DALAM imajinasi Mashuri, puisi itu gentayangan dan berseliweran di luar serta di dalam dirinya, dan meski si penyair ingin menjelma-kannya dalam teks, puisi itu tak pernah mau dihadirkan. Kecuali batin si penyair digetarkannya, karena pada dasarnya substansi (puisi) itu sendiri akan merasuki kepekaan penyair terpilih, yang dipilih buat mengongkritkan sosoknya. Continue reading “Narasi dan Substansi”

Sastra Koruptif

Beni Setia *
Lampung Post, 7 Juli 2013

KALAU merunut Oxford Advanced Learner’s Dictionary (1995) korupsi identik sama ”the act of corrupting or the process of being corrupted”, dengan amat banyak rujukan dari kata korup. Salah satunya ”willing to act dishonestly or illegally in return for money or personal gain” –dengan catatan: ”especially of people with authority or power”. Tidak memungkinkan tukang becak, penyair, atau badut sirkus korupsi. Continue reading “Sastra Koruptif”

Emanasi dan Rok Mini

Beni Setia *
Lampung Post, 21 Juli 2013

Yang Awal itu bukan eksistensi Roh Suci, bukan Allah SWT atau malaikat, tapi si Iblis–dan lewat tampilan Dajjal merembes menjadi para lelaki konkret pemuja syahwat.

POSTER Forum Keadilan Perempuan, dalam rangka Hari Perempuan Internasional 2012 (Kamis, 8/3), yang berlangsung depan Istana Negara, Jakarta, amat memikat. Continue reading “Emanasi dan Rok Mini”

Abdoel Moeis dan Hari Sastra

Beni Setia *
Lampung Post, 28 April 2013

AKHIRNYA, di Bukittinggi, Minggu (24/3/2013), Wakil Menteri Pendikan dan Kebudayaan, Wiendu Nuryarti resmi menatapkan 3 Juli sebagai Hari Sastra Indonesia –dengan berpatokan ke hari kelahiran Abdoel Moeis. Jadi tak heran kalau momentum pengumuman resmi itu dilakukan di kompleks SMAN 2 Kota Bukittinggi, yang dulu pernah jadi tempat sastrawan Abdoel Moes bersekolah. Continue reading “Abdoel Moeis dan Hari Sastra”