Sastra Biner

Beni Setia *
lampungpost.com

Dua tahunan yang lalu, seorang teman dari temannya temanku meneruskan SMS dari seorang kawan dari kawannya temanku itu, bunyinya sederhana sekali: “Akhirnya saya memutuskan menolak tawaran ikut UK Intl. Literary Biennale 2009″.

TIDAK ada yang istimewa dari SMS yang diterima pertengahan Maret ini, selain seseorang tak nyaman atau tak bisa hadir pada satu acara, dan karenanya ia menolak undangan buat berpartisipasi dalam acara itu. Continue reading “Sastra Biner”

Tuhan yang Dibayangkan

Beni Setia
Lampung Post, 21 Agus 2011

SEORANG teman yang gemar mengumpulkan dan mendalami bacaan tentang sufisme mengirim sebuah SMS selepas tengah malam. Pendek isinya: “Di alam kubur Rabi’ah al-Adawiyah didatangi dua malaikat, ditanya ‘Man Rabbik?—siapa Tuhanmu?’. Rabi’ah menangis dan balik berkata, ‘Masya Allah … tanya Tuhan, siapakah Rabi’ah.’”

Saya tersenyum. Teringat akan dua anekdot lain. Continue reading “Tuhan yang Dibayangkan”

Masjid Babakan

Beni Setia
http://www.suarakarya-online.com/

EYANG BABAKAN menjauhi pusat kekuasaan kadaleman ketika ambisi ingin jadi si penguasa yang direstui Belanda berubah menjadi keculasan Dajjal-dengan bersengaja memfitnah saudara. “Tak ada yang abadi selain yang dipersiapkan untuk melakoni alam keabadian,” katanya-meninggalkan hak jadi dalem, meninggalkan kadelaman, serta jadi pendakwah di udik. Mengembara di sepanjang pesisir selatan sambil setengah melarikan diri dari tuduhan orang yang berniat menentang kuasa Belanda. Sampai fitnah itu dicabut Belanda karena dalem penggantinya terbukti menyengsarakan-rakyat berontak tak tahan beban pajak berlebih. Continue reading “Masjid Babakan”

Teks Fantasi Bertendens

Beni Setia *
Lampung Post, 7 Agus 2011

PADA awalnya Mardi Luhung (ML) itu seorang penyair, setidaknya dibuktikan dengan kumpulan puisi tunggal semacam Terbelah Sudah Jantungku (1996), Wanita yang Kencing di Semak (2002), Ciuman Bibirku yang Kelabu (2002), serta Buwun (2010) yang memenangkan Khatulistiwa Literary Award 2010. Tapi awal dari semua itu fantasi bagi anak yang sering sakit-sakitan dan amat dilindungi sehingga buat ikut latihan pramuka saat SD pun harus dikawal dan diawasi seorang pembantu. Continue reading “Teks Fantasi Bertendens”

Mengorek Mistisme Jawa

Beni Setia
suarakarya-online.com

AFRIZAL MALNA, via “Sebuah Novel dalam 11 Cerpen dan Politik Imajinasi Jawa dari “dia-yang-bercerita”-Kata Pengantar di dalam kumpulan cerpen Fahrudin Nasrulloh, Syekh Bejirun dan Rajah Anjing (Pustaka Pujangga, Lamongan, 2011)-, menggarisbawahi tiga entitas pendukung cerita: obyek yang diceritakan, subyek sang pencerita, dan penerima cerita. Sedang Fahrudin Nasrulloh (FN), sebagai sang subyek pencerita, menulis pengantar yang menggarisbawahi peranan penting dari bahan yang mendorongnya bercerita, dengan merunut asal-usul dari semua bahan cerita yang kini berujudkan 11 cerpen. Lantas bagaimana nasib pembaca cerita yang meresepsinya? Continue reading “Mengorek Mistisme Jawa”

Bahasa »