Beni Setia
Lampung Post, 27 Maret 2010
TONGGAK individualitas sastra Indonesia dipancangkan oleh Sutardji Calzoum Bachri dengan Kredo Puisi yang fenomenal. Dengan kredo itu, seluruh parameter penciptaan dan apresiasi puisi yang ditulis SCB bertolak dari konsep yang dirumuskan SCB. Dengan kredo itu, SCB tidak sekadar bilang kata adalah realitas itu sendiri dan bukan sekadar media buat mengomunikasi realitas itu, tapi juga menuntut agar ”tidak menilai puisi yang kutulis dengan ukuran yang tak sesuai.” Continue reading “Individual dan Manifes”
