Kudeta Kritik Seni

Binhad Nurrohmat
Kompas, 23 Jan 2011

AMATIRISME ritik seni dari khalayak awam yang kian subur konon lantaran hawa segar demokratisasi pembacaan, itu tampaknya lebih bertendensi merebut agenda politis ketimbang meraih agenda estetis. Demokratisasi merupakan ide politik, bukan? Amatirisme kritik seni semacam itu oleh Walter Benjamin disinyalir sebagai oknum peruntuh aura seni. Continue reading “Kudeta Kritik Seni”

Puisi Mazhab Gapus

Binhad Nurrohmat
http://terpelanting.wordpress.com/

Perpuisian Surabaya pasca-Orba menjadi sejenis gerakan separatis di wilayah perpuisian Indonesia. Dengan buku kumpulan puisi Labirin dari Mata Mayat karya W. Haryanto (2003), Pengantin Lumpur karya Mashuri (2004), dan Ekspedisi Waktu karya Indra Tjahyadi (2004); gerakan itu gamblang memproklamasikan tampangnya yang membelot dari muka pasaran perpuisian Indonesia. Continue reading “Puisi Mazhab Gapus”