JURNALISME, SASTRA, DAN SEJARAH

Kris Tina
debumalam.wordpress.com

“Maka, pada prinsipnya, sebagai penulis fiksi saya tidak bermaksud menulis fakta-fakta tentang fiksi saya sendiri untuk memperkuat fiksi tersebut, meski sebagai orang yang mencari nafkah dengan menggauli fakta-fakta, saya diwajibkan mencatat segala hal dengan terperinci, termasuk tentang fiksi __ apalagi jika itu merupakan permintaan.” (Seno Gumira Ajidarma dalam Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara; 2005) Continue reading “JURNALISME, SASTRA, DAN SEJARAH”

Faruk HT: Sastra Bukan Tempat Sunyi Lagi

Wawancara bersama Faruk H.T.
Sariful Lazi
sarifulpenyair.blogspot.com

Sastra Islami dalam beberapa tahun belakang ini sedang laku keras. Apakah fenomena sastra islami akan mengukuhkan genre yang kuat dalam dunia sastra Indonesia atau sekadar tren?

Dr. Faruk, S.U., kritikus Sastra Universitas Gadjah Mada (UGM) menilai sastra islami sebagai karya populer. Yang disebut sastra populer di Indonesia, kata Faruk, agak mungkin menjadi sastra islami. Islam itu pasar. Ini bagian dari proses besar komoditifikasi agama. Continue reading “Faruk HT: Sastra Bukan Tempat Sunyi Lagi”

Melawan Virus Akal Budi

Chaidir
riaupos.co 15 Juli 2014

SUATU ketika penyair Kahlil Gibran menulis sebuah cerita perumpamaan tentang kebaikan dan keburukan. Kedua makhluk ini, tulis Kalil Gibran – kebaikan dan keburukan – bertemu di tepi pantai, lantas keduanya sepakat mandi bersama. Keduanya menanggalkan pakaian dan berenang bersukaria. Continue reading “Melawan Virus Akal Budi”

Ramadhan KH, Perjalanan Mengarifi Kehidupan

Zulfikar Fu’ad
Lampung Post, 30 Maret 2003

SENJA mulai tampak dari wajahnya. Kerut-merut dahinya membentuk bidang garis bertingkat. Flek-flek yang bertebaran di muka menyokong tengara kesepuhan yang paling diwakili rambut memutih. Ramadhan K.H. (76), sebuah nama yang kondang dengan karya-karya tulis monumentalnya. Sebuah nama yang hanya dipisahkan dinding tipis dengan mantan Presiden Soeharto, meskipun secara fisik sangat jauh. Continue reading “Ramadhan KH, Perjalanan Mengarifi Kehidupan”

Bahasa »