Puisi, Bukan Sekadar Merangkai Kata

Soni Farid Maulana
pikiran-rakyat.com

DALAM sebuah kesempatan di Leiden, pada tahun 1999 lalu seusai mengikuti Festival de Winternachten di Den Haag, Belanda, penyair kenamaan asal Belanda, Remco Campert mengatakan, bahwa menulis puisi bukan sekadar merangkai kata. Di dalamnya ada sejumlah pengalaman yang diekspresikan. Dalam kaitan itu seorang penyair harus memberikan perhatian dengan serius pada bagaimana ia membangun makna dalam larik demi larik puisi yang ditulisnya. Continue reading “Puisi, Bukan Sekadar Merangkai Kata”

Peluncuran Buku antologi puisi Manusia Utama, karya Y.Thendra BP (Sebuah Alternatif)

Alvi Puspita
koran Haluan (Sumatera Barat), 19 Juni 2011

Senin malam (2/5), di sebuah warung sederhana, Warung Kopi Lidah Ibu Jl. Stm Pembangunan Gg. Surya No 9D. Mrican, Yogyakarta (Utara kampus Shanata Darma, depan STM Pembangunan), Y. Thendra BP atau yang diakrab dipanggil Thendra (Penyair Yogyakarta, asal Nagari Padang Sibusuk, Sumatera Barat) meluncurkan buku antologi puisinya yang kedua, Manusia Utama. Acara launching buku ini dibuka dengan pembacaan puisi Thendra, April, Haiku dan Chairil, oleh penyair perempuan Yogyakarta, Mutia Sukma. Continue reading “Peluncuran Buku antologi puisi Manusia Utama, karya Y.Thendra BP (Sebuah Alternatif)”

Mengolah Pengalaman Sebagai Sumber Penulisan Puisi

Soni Farid Maulana
pikiran-rakyat.com

ALHAMDULILLAH lahirnya rubrik puisi Mata Kata di pikiran-rakyat.com mendapat sambutan yang hangat dari berbagai pihak yang menyintai puisi sebagai bacaan yang menyegarkan di tengah-tengah hiruk-pikuk benturan nilai-nilai, berita politik, dan tingkah-laku para politisi yang kian genit dan tidak masuk akal, semisal ketika sidang paripurna, lebih asyik nonton video porno. Continue reading “Mengolah Pengalaman Sebagai Sumber Penulisan Puisi”

Seruan Sastrawan dari ‘Kota Keretek’

Chavchay Syaifullah
Media Indonesia, 27 Jan 2008

KONGRES Komunitas Sastra Indonesia 2008 menghasilkan enam rekomendasi untuk penataan strategi kebudayaan Indonesia.
KONGRES Komunitas Sastra Indonesia 2008 yang berlangsung di Kota Kudus, Jawa Tengah, 19-21 Januari, diikuti ratusan sastrawan dari berbagai daerah di Nusantara. Dalam kongres yang diselenggarakan di Gedung DPRD Kudus itu, mereka menggelar forum, acara bincang-bincang, seminar, pembacaan puisi, monolog, dan pergelaran ragam seni pertunjukan lainnya. Continue reading “Seruan Sastrawan dari ‘Kota Keretek’”

Bahasa »