Imron Rosyid
http://www.tempointeraktif.com/
Lusinan orang bak sepasukan kerajaan dengan hiruk-pikuk sorak sorai pembangkit semangat berbaur dengan suara entakan kaki-kaki tanpa sepatu. Mereka berlari dan jalan tanpa alur, mengikuti irama yang mereka buat sendiri. Mereka berputar-putar mencari arah meninggalkan dua sosok lelaki dan perempuan yang duduk berhadap-hadapan. Continue reading “Memberangus Cinta”
