Sutawijaya Mbalela (1)

Sastraadiguna
kompasiana.com/sastraadiguna

Pengasingan Tumenggung Mayang

Tumenggung Mayang dan isterinya setelah menyaksikan mayat anaknya yang di buang di sungai Lawéyan, dalam hatinya merasa terharu dan menyesal atas perlakuan pada putranya sendiri. Namun demikian, se jahatjahat orang tua tidak mungkin sampai hati melihat anaknya dianiaya oleh orang lain, téga larané ora téga patiné. Kemudian memerintahkan beberapa orang untuk merawat jenazah Pabelan, dan di kebumikan dengan sebaik-baiknya. Continue reading “Sutawijaya Mbalela (1)”

Sutawijaya Mbalela (2)

Sastraadiguna
http://www.kompasiana.com/sastraadiguna

Pakuwon Randulawang

ki Juru Martani sedang mengatur strategi bersama Senapati ing Ngalaga, “ Jebèng Sutawijaya, kadya paran ing karsanira, tan wurung aprang klawan ramanta Sultan Pajang sayekti pira dohé mung let iku sadhidhik kali Opak, wengi iki bénjing aprang pupuh, manira kelakung merang mulat mantri Pajang yekti yèn tempuh ngawaki yuda, déné bapa mungsuh siwi rebut nagri aprang pupuh Continue reading “Sutawijaya Mbalela (2)”

Babon Gratis buat Sekolah Kita

Seno Joko Suyono, Evieta Fajar, Lucia Idayanie
majalah.tempointeraktif.com

Babad Tanah Jawi. Inilah sebuah kitab yang jarang tersedia tapi isinya telah meresap ke dalam benak masyarakat umum di Jawa. Banyak ragam kesenian populer Jawa yang bersumber darinya: Joko Tingkir, Joko Tarub, Ciung Wanara, Kisah Putri Campa, Untung Surapati yang sehari-hari dipentaskan di panggung ketoprak, ludruk, drama radio, atau, kalau Anda suka, kisah silat karya S.H. Mintardja, Api di Bukit Menoreh. Semua setting-nya bisa dilacak pada Babad Tanah Jawi. Kitab ini memang semacam oplosan antara folklor, dongeng, dan kronik-kronik kisah Wali Sanga, silsilah, dan perang raja-raja Mataram. Continue reading “Babon Gratis buat Sekolah Kita”

Bahasa »