Naskah-Naskah yang Terlupakan

Seno Joko Suyono, Lucia Idayani, Heru Nugroho
http://majalah.tempointeraktif.com/

Begitu melewati hutan-hutan cemara yang sunyi, masuklah kami ke wilayah Desa Kendakan, desa di lereng Merbabu yang juga seperti desa-desa di pegunungan lain. Jalanan batu rapi dengan rumput di sela-selanya sehingga tidak licin bila hujan. Udara segar, dan sesekali tercium bau asap lisong.

Sore itu, kami mencari seorang dalang bernama Sumitro. Bertanya-tanya dari kaki sampai lereng gunung, hampir semua warga kenal dan dapat menunjukkan rumahnya. Rumah yang amat sederhana. Kaca jendelanya buram, penuh tempelan stiker para pendaki gunung. Continue reading “Naskah-Naskah yang Terlupakan”

Andrea Hirata, Ingin ‘Sulap’ Tanah Kelahiran Jadi Desa Sastra Pertama

Endro Yuwanto, Neni Ridarineni
http://www.republika.co.id/

Penulis novel ‘Laskar Pelangi’, Andrea Hirata, ingin menjadikan Desa Linggang, di Pulau Belitung, yang merupakan tanah kelahirannya sebagai desa sastra pertama kali di Indonesia.

”Sampai sejauh ini konsep Desa Sastra Linggang merupakan inisiatif pribadi saya saja. Konsep ini sudah lama ada dalam pikiran dan ide saya itu semakin menemukan jalan ketika saya dapat beasiswa sastra ikut International Writing Program (IWP) 2010 di University of Iowa, Amerika Serikat ini. Continue reading “Andrea Hirata, Ingin ‘Sulap’ Tanah Kelahiran Jadi Desa Sastra Pertama”

Rumah Baca Komunitas Merapi, Oase di Kaki Gunung

Regina Rukmorini
http://oase.kompas.com/

Masih mengenakan caping, Stevanus Mindut (30) bertandang ke Rumah Baca Komunitas Merapi di Dusun Gemer, Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Dia langsung menuju rak tempat majalah.

Mindut mengambil sebuah majalah dan mulai membaca dengan asyik. Ini adalah kebiasaannya setiap kali pulang dari sawah, yang menjadi hobi sejak Rumah Baca Komunitas Merapi dibuka pada Februari 2009. “Ketika rumah baca ini dibuka, saya seperti menemukan tempat hiburan baru,” ujar petani sayur di Dusun Gemer, Jumat (13/3). Dusun Gemer berjarak sekitar 8 kilometer dari puncak Merapi. Continue reading “Rumah Baca Komunitas Merapi, Oase di Kaki Gunung”

Penjelajahan Sejarah di Bukit Besak Merapi Selatan

Jajang R Kawentar
wisata.kompasiana.com

Angin dingin terus menerpa tubuh yang bermandikan keringat, memompa semangat para penjelajah Bukit Besak Merapi Selatan. Awan mendung memayungi terik matahari terasa sejuk mengiringi sekitar 20 siswa-siswa SMA N 1 Merapi Selatan Kabupaten Lahat, mereka merupakan anggota Pramuka dan Komunitas Sastra Serelo Lahat yang melakukan penjelajahan sejarah dan budaya ke Bukit Besak di Kecamatan Merapi Selatan tidak jauh dari sekolah tersebut. Berada tidak jauh dari areal Bukit Serelo yang merupakan ikon Bumi Seganti Setungguan. Continue reading “Penjelajahan Sejarah di Bukit Besak Merapi Selatan”

Menyemai Sastra dari Ujung Timur Pulau Dewata

Nyoman Tusthi Eddy
Pewawancara: Asti Musman
balipost.co.id

BAGI kalangan sastrawan, Kepala SMU Amplapura Nyoman Tusthi Eddy cukup dikenal. Pria kelahiran Pidpid, Karangasem tahun 1945 yang menyemai sastra dari ujung timur Pulau Dewata ini sering menulis puisi dan artikel di sejumlah koran. Selain koran lokal, juga jurnal budaya yang diterbitkan di Malaysia dan Brunei. Dalam pengamatan penulis yang telah menerbitkan 16 buku sastra ini, dunia mengarang, seringkali dipandang sebelah mata oleh para siswa, dan orang awam pun menilainya hanya sebagai pekerjaan seorang seniman yang hobi melamun. Continue reading “Menyemai Sastra dari Ujung Timur Pulau Dewata”

Bahasa ยป