Salah Mendayung, Patah Dayung di Tangan

(Catatan untuk Moh. Wan Anwar dan Jamal D. Rahman)
S. Sinansari Ecip
http://www.infoanda.com/korantempo

Pertama-tama, saya minta maaf, menggunakan kata “saya” untuk tulisan kali ini. Tokoh Daeng Ngintang diistirahatkan, meski tulisan tanggapan pertama saya (Koran Tempo, 26/1) tentang Kitab Horison memakai tokoh tersebut. Saya jarang menggunakan kata “saya” untuk tulisan pribadi (by line) di surat kabar. Continue reading “Salah Mendayung, Patah Dayung di Tangan”

Memasuki Ruang Lengang Epri Tsaqib

Lia Octavia
http://entertainment.kompas.com/

Memasuki sebuah jeda dari rutinitas sehari-hari, dunia yang sibuk dengan berbagai hiruk pikuknya, sebuah ruang lengang, yang mengajak kita untuk keluar sejenak dari rutinitas dunia. Demikian komentar Jamal D. Rahman, Pemimpin Redaksi Majalah Sastra Horison, pada kata-kata pembukanya saat ia membedah buku puisi Ruang Lengang karya Epri Tsaqib yang diselenggarakan pada Jumat, 25 Juli 2008 di Balai Sangrini, Jakarta Selatan. Continue reading “Memasuki Ruang Lengang Epri Tsaqib”

Puisi Goethe Mendarat di Pondok Pesantren

M Hari Atmoko

Dari tempat yang agak remang di beranda gedung itu, Najah mengacungkan tangannya, tanda dia ingin mengajukan pertanyaan kepada penyair berasal dari Jerman, Berthold Damshauser.

Dorothea Rosa Herliany, moderator “Dialog Karya-Karya Goethe: Perintis Dialog Islam-Barat” di kompleks Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, itu tampaknya tak melihat acungan tangan remaja itu. Continue reading “Puisi Goethe Mendarat di Pondok Pesantren”

Sastrawan NTT di Manakah Kau?

Penghargaan yang Menggertak

Marsel Robot *
pos-kupang.com

PAGI sekali, (pertengahan Juni 2010) lalu, tiga perempuan menyeberang embun, kemudian lekas bergegas berkumpul di lantai satu gedung Perpustakaan Daerah Propinsi NTT. Mereka adalah Dr. Free Hearty, M.Hum, Dra. Yvonne De Fretes, M.A., dan seorang wanita dari Kupang, Dra. Mezra Pellandou. Ketiganya tergabung dalam Komunitas Perempuan Penulis Indonesia (sastrawati). Continue reading “Sastrawan NTT di Manakah Kau?”

ANGKATAN 70-AN: KEMBALI KE TRADISI

(Konsep Estetik Abdul Hadi W.M. tentang Angkatan 70-an)

Maman S Mahayana *

Dalam perjalanan sejarah kesusastraan Indonesia, kita mengenal adanya sejumlah penyebutan tentang penggolongan, periodesasi atau angkatan. Penyebutan itu tentu saja tidak serta-merta muncul begitu saja. Selalu ada usaha untuk merumuskan semangat yang melatarbelakanginya atau gerakan estetik yang mendasari karya-karya yang muncul sejalan dengan semangat zamannya. Continue reading “ANGKATAN 70-AN: KEMBALI KE TRADISI”

Bahasa ยป