Tiga Pekan Melawat ke Belanda, Mengunjungi Penulis Jawa Tempo Dulu, dari Blog ke Buku

Yuli Akhmada
http://www.surya.co.id/

Nama Priambodo Prayitno tentu tak asing bagi kalangan blogger Indonesia, terutama yang biasa pakai Multiply.Com. Ia punya banyak koleksi kartu pos bergambar foto-foto Jawa tempo dulu. Saya mendatangi apartemennya di Delft, di sela-sela kegiatan saya mengikuti kursus online journalism di Radio Netherland Training Center (RNTC) Hilversum yang disponsori STUNNED.

Mas Pri, nama panggilan Priambodo Prayitno, punya blog beralamat di www.djawatempodoeloe.multiply.com. Pada foto profilnya terpasang lelaki Jawa cenderung legam, juga berikat kepala dengan pose lugu. Continue reading “Tiga Pekan Melawat ke Belanda, Mengunjungi Penulis Jawa Tempo Dulu, dari Blog ke Buku”

BOLA SALJU YANG MENGGELINDING

Nurel Javissyarqi
http://www.facebook.com/nurelj

Hujan lebat mengguyur bumi melahirkan kerinduan, adakah ketulian para seniman di negeri jauh yang mencipta kegagapan, lebih parah mewujud kendang kebisuan, tidak mendengar bahasa penderitaan, padahal seluruh organ diri bekerja baik, sayang tuli.

Jameson berkata; ??referensi dan realitas secara bersama-sama lenyap, bahkan makna (petanda) dihadapkan ke satu masalah. Kita dibiarkan dalam permainan acak petanda yang kita sebut post-modernisme, yang tidak lagi menghasilkan karya-karya monumental seperti modernisme, tetapi secara tidak henti mengaduk-aduk fragmen-fragmen teks yang sudah ada?? Continue reading “BOLA SALJU YANG MENGGELINDING”

Awal Uzhara, Menjaga Seni Indonesia di Rusia

Subhan SD
kompas.com

Penderitaan panjang pasca-tragedi politik tahun 1965 tak membuat semangat hidup Awal Uzhara padam. Walaupun 32 tahun hidup tanpa status kewarganegaraan (stateless), sineas yang dikirim belajar ke Moskwa di zaman Soekarno ini tetap menyalakan api kesenian Indonesia di Rusia.

Saya ingin kesenian Indonesia terus dikenal oleh masyarakat Rusia, kata lelaki yang kini mengajar Bahasa dan Sastra Indonesia di Institut Negara-negara Asia dan Afrika (ISAA), Universitas Moskwa (MGU), ini saat ditemui di Moskwa beberapa waktu lalu. Continue reading “Awal Uzhara, Menjaga Seni Indonesia di Rusia”

Suminto A. Sayuti: Penyair dan Guru Besar “Nyeleneh”

Mawar Kusuma
kompas.com

Suminto A Sayuti menyebut pukul 14.00 di bulan puasa adalah jam mengantuk untuk belajar. Materi kuliah yang dibawakan, Selasa (23/9), pun bukan mata ajaran menarik, Teori Sastra. Bergaya santai disertai guyonan segar, tak satu mahasiswanya pun yang mengantuk. Mata kuliah yang dia bawakan dinanti, bahkan memotivasi mahasiswa untuk mengapresiasi seni tak hanya mandek di tataran teori.

Suminto menerangkan teori genre sebagai kode komunikasi. Tak hanya membatasi diri pada pembelajaran teori, ia membawa anak didiknya berpetualang di dunia sastra. Aneka kutipan puisi dari Amir Hamzah, WS Rendra, hingga Linus Suryadi mengalir darinya. Continue reading “Suminto A. Sayuti: Penyair dan Guru Besar “Nyeleneh””

Bahasa ยป