MANUSIA KELELAWAR RESEP KEPENULISAN YATI SETIAWAN

Sutejo
Ponorogo Pos

Masih ada yang tersisa di balik pelepasan Budi Darma sebagai guru besar Unesa tanggal 8 Desember 2007 lalu. Di balik cerita para penulis macam Lang Fang, Yati Setiawan, Mashuri, Audex, Kurnia Fabiola, dan Budi Darma sendiri. Yati Setiawan, seorang ibu rumah tangga yang berkarya banyak bercerita tentang pengalaman kepenulisannya. Sebuah perjalanan yang menarik untuk dipelajari. Yati Setiawan sendiri adalah isteri dosen Unesa yang juga menulis: Wawan Setiawan. Continue reading “MANUSIA KELELAWAR RESEP KEPENULISAN YATI SETIAWAN”

PEMILU

D. Zawawi Imron
jawapos.com

Pemilu legislatif atau pileg sudah 10 hari yang lalu dilaksanakan. Itulah pesta demokrasi yang paling hiruk-pikuk, meskipun tidak banyak hura-hura seperti pada pemilu-pemilu yang telah lalu. Hiruk-pikuk pemilu yang sekarang ialah karena persaingan antarparpol dan antarcaleg yang ketat. Continue reading “PEMILU”

Karena Fiksi bukan Kutbah Jumat

Efri Ritonga, Oktamandjaya Wiguna, Angela
ruangbaca.com

Fiksi bernapas Islam tumbuh tanpa peningkatan kualitas
Beberapa tahun silam, Aisyah Putri adalah bunga di musim semi. Hampir tidak ada pembaca buku remaja Islam yang tidak mengenalnya. Pintar, ramah, dan baik hati, teladan yang ia berikan meresap di hati pelajar sekolah menengah, yang menjadi pembaca utamanya.

Bak gulungan ombak, seri karya Asma Nadia ini meraup sukses di pasar fiksi Tanah Air. Keberhasilan Aisyah Putri, yang mencuri perhatian remaja hampir tujuh tahun silam, itu antara lain karena penokohan yang sangat lokal dan mengena di hati remaja Indonesia. Continue reading “Karena Fiksi bukan Kutbah Jumat”

Prof Dr Abdul Hadi WM: Indonesia tak Punya Rumah Kebudayaan Sendiri

Abdul Hadi W. M.
Syahruddin El-Fikri (Pewawancara)
republika.co.id

Sistem pendidikan modern telah mengajarkan paham materialistik sehingga menafikan nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah bahasa.

Agama Islam banyak memengaruhi kebudayaan bangsa Indonesia, khususnya bidang sastra. Munculnya sastra Melayu juga dipengaruhi oleh sastra Islam. Tak heran bila kemudian bangsa ini melahirkan banyak tokoh sastra yang andal. Sayangnya, kini kesusastraan Melayu yang menjadi ciri khas bangsa ini mulai kehilangan arah. ”Indonesia sudah tak memiliki rumah secara kultural lagi,” kata Prof Dr Abdul Hadi WM, guru besar Universitas Paramadina Mulya (UPM), Jakarta, kepada Syahruddin El-Fikri, wartawan Republika. Continue reading “Prof Dr Abdul Hadi WM: Indonesia tak Punya Rumah Kebudayaan Sendiri”

Bahasa ยป