Mengenang St. Iesmaniasita, Mutiara yang Terlupakan dari Mojokerto

Pengarang Perempuan Pertama dalam Kesusastraan Jawa Modern

Khoirul Inayah
jawapos.com

Bagi penikmat dan pengamat kesusatraan Jawa zaman kemerdekaan, St Iesmaniasita merupakan nama yang sudah tidak asing lagi. Banyak karyanya yang tersebar lewat majalah-majalah berbahasa Jawa, atau lewat kumpulan cerita pendek serta antologinya yang telah diterbitkan. Hasil karyanya berupa sajak (dalam sastra Jawa disebut geguritan atau guritan), cerita pendek (cerita cekak disingkat cekak). Continue reading “Mengenang St. Iesmaniasita, Mutiara yang Terlupakan dari Mojokerto”

Sutardji Calzoum Bachri: Protes Sosial Tak Dapat Perhatian

Sutardji Calzoum Bachri, Susianna (Wawancara)
http://www.suarakarya-online.com/

Dalam blantika puisi di Indonesia, nama Sutardji Calzoum Bachri patut diperhitungkan sebagai penyair profesional yang konsisten sejak remaja hingga sekarang. Pria kelahiran Rengat, Riau 24 Juni 1941, ini mulai mencuat sekitar tahun 70-an tatkala tampil membaca sajak tunggal dengan sangat sensasional sambil minum bir dan membawa kapak.

Ayah seorang putri (Mila) dari perkawinan dengan Mariam Linda ini antara lain pernah mengikuti International Poetry Reading di Rotterdam (1974) dan “IOWA Writing Program” dari IOWA University Amerika Serikat (Oktober 1974 – April 1975). Continue reading “Sutardji Calzoum Bachri: Protes Sosial Tak Dapat Perhatian”

Taman Kota di Era Keemasan Islam

Sejak abad pertama hijrah, masyarakat Islam sudah mulai menghadirkan taman dan kebun di lingkungannya.

Heri Ruslan
http://www.republika.co.id/

Semrawut dan kumuh.Itulah gambaran suasana sebagian besar perkotaan yang dihuni masyarakat Muslim, saat ini. Tak heran, jika masyarakat Muslim kerap dikritik lantaran kurang begitu peduli terhadap alam dan lingkungan. Suasana perkotaan masyarakat Muslim masa kini ternyata sungguh kontras bila dibandingkan 10 abad silam. Continue reading “Taman Kota di Era Keemasan Islam”

Kebudayaan Pesisir sebagai “Liyan”

Majapahit danDemak Menjadi Bukti Nyata

Dody Wisnu Pribadi
http://cetak.kompas.com/

Kegagalan kebudayaan era Indonesia modern sesungguhnya punya jejak jelas. Hal itu karena kekuasaan yang tumbuh berbasiskan pedalaman telah meninggalkan basis kebudayaan pesisir. Padahal, sejarah Majapahit dan Sriwijaya serta era pertumbuhan Islam Demak di pesisir utara Pulau Jawa membuktikan kemajuan peradaban yang dicapai justru karena berbasiskan ekonomi dan politik budaya pesisir. Continue reading “Kebudayaan Pesisir sebagai “Liyan””

Bahasa ยป