Dongeng Eropa Kolaborasi Dua Bangsa

Ignatius Liliek
http://www.suarapembaruan.com/

Sastrawan, Sitok Srengenge tampil membacakan sebuah naskah berjudul “The Nightingangle” di Pusat Kebudayaan Belanda, Erasmus Huis, Jakarta, Rabu (12/3). Pertunjukan yang membacakan naskah dari sejumlah seniman ini merupakan kolaborasi antara Sastrawan, Sitok Srengenge, Dalang, Slamet Gundono serta Dutch Chamber Music Ensemble (DCME) sebagai pengiring musik. Continue reading “Dongeng Eropa Kolaborasi Dua Bangsa”

Dari “Teen Lit”, Kemasan Cantik hingga Banjir Karya

Catatan Akhir Tahun Sastra Indonesia 2005

Sihar Ramses Simatupang
sinarharapan.co.id

Menangkap angin perubahan masyarakat pembaca yang global dan variatif, tampaknya telah dijawab oleh para sastrawan, apalagi di Indonesia. Beberapa sastrawan telah berhasil membaca semangat di jalur konvensional ini, setidaknya berdamai dengan keinginan para pembacanya. Continue reading “Dari “Teen Lit”, Kemasan Cantik hingga Banjir Karya”

Albert Camus, Art Summit, dan Orang Hottentot

Sitok Srengenge
majalah.tempointeraktif.com

Pesta kesenian ini ternyata tidak melahirkan pencerahan. Wajar jika biaya Rp 2 miliar itu dianggap royal.
“Hidup ini tidak mudah, tetapi untunglah ada penghiburnya, yaitu agama, seni, dan cinta yang kita tumbuhkan pada diri orang lain.”

Ungkapan Albert Camus itu tertera di sampul belakang katalog Art Summit II 1998. Siapa pun yang memakai kata-kata itu–demi mengabsahkan pesta seni pertunjukan sejagat, yang melibatkan sejumlah seniman dan birokrat, di tengah kondisi serba susah yang dihadapi masyarakat Continue reading “Albert Camus, Art Summit, dan Orang Hottentot”

TEMU TEMAN DAN SILATURAHMI INDONESIA

Sebuah Catatan Penyunting dan Pengantar Buku

R. Timur Budi Raja

I.
Ketika Puji Lestaluhu -kawan saya-, seorang aktivis teater kampus yang kebetulan menjadi salah satu dari kepanitiaan Temu Teater Mahasiswa Nusantara 2008 ini meminta saya untuk menjadi kurator sajak-sajak peserta yang rencananya hendak dibukukan, saya terkejut. “Ya ampun, rasanya saya belum cukup memiliki keberanian!” seru saya, sontak dan ringan. Tapi, Continue reading “TEMU TEMAN DAN SILATURAHMI INDONESIA”

BELAJAR MENULIS DARI SAFIR SENDUK

Sutejo
Ponorogo Pos

“Nggak perlu bakat untuk bisa menulis!” begitulah judul kolom Proses Kreatif Mata Baca (April 2006:38-39). Saya percaya, lanjutnya, bahwa bakat itu memang ada. Tapi, saya lebih percaya bahwa keberhasilan seseorang dimulai karena dia mau mencoba dan berusaha menggali bakatnya, seberapa pun besarnya bakat tersebut. Bahkan kalau seseorang tidak punya bakat sekalipun, asal dia mau bekerja keras, maka pada beberapa profesi, seringkali dia akan tetap bisa berhasil walaupun dia tidak punya bakat. Continue reading “BELAJAR MENULIS DARI SAFIR SENDUK”

Bahasa »