Universitas Al-Mustansiriyah Cahaya Peradaban di Akhir Kejayaan Abbasiyah

Heri Ruslan
http://www.republika.co.id/

Secara akadeis, Al-Mustansiriyah merupakan salah satu lembaga yang sangat penting di Irak
Universitas Al-Mustansiriyah. Nama universitas tertua yang berdiri di kota Baghdad, Irak ini memang tak setenar Al-Azhar di Kairo, Mesir atau Al-Qarawiyyin di Fez, Maroko. Meski begitu, perguruan tinggi yang dibangun Khalifah Al-Muntansir Billah (1226 M – 1242 M) –penguasa Abbasiyah ke-37 — pada 5 Mei 1234 M ini turut memainkan peranan penting dalam sejarah peradaban Islam. Continue reading “Universitas Al-Mustansiriyah Cahaya Peradaban di Akhir Kejayaan Abbasiyah”

Sastra Indonesia dalam Dunia

Radhar Panca Dahana *
kompas-cetak

Wafatnya sastrawan ternama Pramoedya Ananta Toer tentu saja meninggalkan kesedihan, kehilangan, dan keprihatinan; terutama soal atensi pemerintah terhadap seseorang yang telah demikian rupa turut menegakkan dan menjelaskan keberadaan Indonesia di mata dunia. Dalam sastra pun, seakan kita kehilangan rantai terkuat yang selama ini menghubungkan dunia literer kita dengan dunia. Continue reading “Sastra Indonesia dalam Dunia”

Berguru Pada Franz Magnis Suseno

Sutejo
Ponorogo Pos

Pada sebuah harian nasional, Franz Magnis Suseno pernah mengungkapkan begini, “Bodoh kalau Menulis Buku.” Ungkapan demikian barangkali sebuah ungkapan yang menarik untuk direnungkan. Di satu sisi, hal ini mencerminkan bagaimana tidak berharganya dunia perbukuan di Indonesia, dan di sisi lain, bagaimana sesungguhnya menulis buku membutuhkan riset dan waktu yang sangat panjang. Continue reading “Berguru Pada Franz Magnis Suseno”

Bahasa ยป