Memudar di Tengah Kepungan Budaya Kota

M Burhanudin
http://kompas.co.id/

Adoh ratu cedhak watu, jauh dari raja dekat dengan batu. Kalimat tersebut cocok untuk menggambarkan eksistensi Banyumas atau wong Banyumas. Secara politik, tak pernah ada raja yang berkeraton di wilayah yang dikelilingi pegunungan ini, yang ada hanya adipati.

Ba ny u m a s ?sekarang kabupaten di Jawa Tengah? menjadi sebuah daerah perdikan dan negeri ?mancanegara?, baik pada masa Majapahit dan Mataram (Jawa) maupun Pajajaran (Sunda). Continue reading “Memudar di Tengah Kepungan Budaya Kota”

Ritual Tetaken

David Eka Kuncara
http://jurnalnasional.com/

Dalam ritual ini, sang juru kunci Gunung Lima turun gunung.
ADA ritual yang rutin digelar setiap tanggal 15 Suro di kaki Gunung Lima, tepatnya di Desa Mantren, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur: ritual tetaken. Ritual ini merupakan upacara ?bersih desa? yang kini dijadikan agenda tahunan wisata budaya di daerah ini. Continue reading “Ritual Tetaken”

Pementasan Teater Fataria: “Anjingisme” dalam Realitas Sosial Kita…

Sihar Ramses Simatupang
sinarharapan.co.id

“Kenapa anjing jadi idiom dalam pementasan ini? Karena inilah satir terhadap perilaku sosial, oknum masyarakat.” ujar Dody Yan Masfa, sutradara Teater Fataria dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Pamekasan, Madura.

Anjing-anjing yang memperkosa seorang ibu dapat ditanggapi sebagai kenyataan sehari-hari tentang perilaku pemerkosa yang marak di Ibu Kota. Namun, anjing-anjing ini pun bisa dipandang sebagai simbol perilaku masyarakat yang saling memangsa secara ekonomi, sosial dan politik belakangan ini. Continue reading “Pementasan Teater Fataria: “Anjingisme” dalam Realitas Sosial Kita…”

Memahami Keberdayaan Perempuan

Sjifa Amori
http://jurnalnasional.com/

Perempuan yang berkarier dan menghasilkan uang sendiri belum tentu juga seorang perempuan yang berdaya. Begitulah yang disampaikan oleh Mayzka Virgarose, salah seorang anggota FEMME.

Menurut Mayzka, perempuan yang berdaya adalah perempuan yang mengerti hak-haknya sebagai perempuan, paham yang mesti dilakukan jika melihat ketidakadilan dan harus mengadu pada pihak mana, dan bisa membuat keputusan untuk dirinya sendiri. Continue reading “Memahami Keberdayaan Perempuan”

Bahasa ยป