M Burhanudin
http://kompas.co.id/
Adoh ratu cedhak watu, jauh dari raja dekat dengan batu. Kalimat tersebut cocok untuk menggambarkan eksistensi Banyumas atau wong Banyumas. Secara politik, tak pernah ada raja yang berkeraton di wilayah yang dikelilingi pegunungan ini, yang ada hanya adipati.
Ba ny u m a s ?sekarang kabupaten di Jawa Tengah? menjadi sebuah daerah perdikan dan negeri ?mancanegara?, baik pada masa Majapahit dan Mataram (Jawa) maupun Pajajaran (Sunda). Continue reading “Memudar di Tengah Kepungan Budaya Kota”
