Bukittinggi di Peta Sastra

Adek Alwi *
suarakarya-online.com

KOTA Bukittinggi, Sumatera Barat, boleh jadi sudah lenyap dalam peta sastra Indonesia. Atau bulatan-merahnya yang dulu tegas, nyata, sekarang samar saja. Tidak terdengar lagi aktivitas sastra di kota itu.

Juga tak terbaca karya sastrawan yang ada di kota itu, misalnya dalam jurnal dan majalah sastra atau ruang-ruang sastra surat kabar. Beda dengan kota tetangganya, dan yang lebih kecil, Payakumbuh. Continue reading “Bukittinggi di Peta Sastra”

Pers dan Kesusastraan

I Nyoman Suaka*

Beranda

Masih dalam suasana memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2003, ada baiknya semua pihak diiingatkan pada tokoh-tokoh yang berjasa di bidang pers. Di antara tokoh pers itu terdapat golongan literary journalist — wartawan sastrawan. Golongan ini adalah mereka yang memang sastrawan dan juga bekerja sebagai wartawan di sebuah surat kabar. Beberapa tokoh pers yang tergolong literary journalist adalah Adinegoro, Abdul Muis dan Rosihan Anwar. Deretan nama ini dapat diperpanjang lagi seperti Akhdiat Kartamiharja, Ramadhan KH., Putu Wijaya dan Gerson Poyk. Continue reading “Pers dan Kesusastraan”

NASKAH KUNO DI DHARMASRAYA

Pramono *
padangekspres.co.id

Tulisan ini merupakan catatan kecil dari observasi awal tim peneliti naskah kuno yang terdiri dari dua peneliti Fakultas Sastra Universitas Andalas dan enam peneliti Balai Bahasa Padang pada 19 Februari 2009 lalu. Observasi ini adalah permulaan dari rangkaian penelitian yang bertujuan untuk melakukan inventarisasi, katalogisasi, digitalisasi dan kajian teks terpilih naskah-naskah yang masih tersebar di tangan masyarakat Kabupaten Dharmasraya. Continue reading “NASKAH KUNO DI DHARMASRAYA”

BERGURU MENULIS DARI CLARISSA PINKOLA ESTES

Sutejo
Ponorogo Pos

Jika Anda ingin mencipta karya (tulisan), maka bahan dasarnya adalah kehidupan Anda sendiri, pengalaman, masa kecil, dan pengetahuan Anda. “Jika Anda ingin mencipta, Anda harus mengorbankan kedangkalan, sedikit rasa aman, dan rasa ingin disukai. Anda harus menata wawasan Anda yang paling kuat, visi Anda yang paling jauh”, begitulah pesan Clarissa Pinkola Estes. Continue reading “BERGURU MENULIS DARI CLARISSA PINKOLA ESTES”

Pencemooh Sepanjang Jalan

Irfan Budiman
http://majalah.tempointeraktif.com/

A.A. Navis tidak hanya melahirkan karya, tapi juga penulis sastra.
Peristiwa yang terjadi 25 tahun lalu itu tak mudah dilupakan Harris Effendi Thahar. Kala itu, bersama Wisran Hadi dan Darman Moenir, Harris yang masih terbilang yunior dalam percaturan sastra mendapat undangan untuk menghadiri acara pemberian penghargaan sastra dari Dewan Kesenian Jakarta. Sayang, cuma dua rekannya itu yang beroleh gelar. Dia sendiri nihil penghargaan. Continue reading “Pencemooh Sepanjang Jalan”

Bahasa »