Abdul Hadi W. M., Seni Itu Kendaraan Naik

Abdul Hadi W.M., Kurniawan / Wawancara
ruangbaca.com

Kesenian, bagi kaum sufi, adalah representasi simbolik dari pengalaman kerohaniannya. Demikian pandangan Abdul Hadi W. M. (Wiji Muthari), sastrawan kelahiran Sumenep, Madura pada 24 Juni 1946. Dia mulai menekuni sastra sufi sejak kuliah di Fakultas Sastra dan Fakultas Filsafat Universitas Gajah Mada. Bahkan, saat meraih gelar Ph.D di Universiti Sains Malaysia dia menulis disertasi yang diterbitkan sebagai Tasawuf Yang Tertindas: Kajian Hermeneutik terhadap Karya-karya Hamzah Fansuri Continue reading “Abdul Hadi W. M., Seni Itu Kendaraan Naik”

Abdul Hadi W. M., Belajar dari Kisah Burung Botak

Dewi Sri Utami
www.gatra.com

SEBUAH ruang dosen Universitas Paramadina Mulya, di Gedung Bidakara, kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa sore pekan lalu tampak sesak. Paket-paket dalam kardus besar memenuhi ruangan seluas 6 x 5 meter. Di tepi tumpukan kardus, tampak pria setengah baya sedang duduk sambil membaca buku Hikmah dari Timur, karya Idries Shah. Continue reading “Abdul Hadi W. M., Belajar dari Kisah Burung Botak”

Taufiq Ismail Ajak Bangsa Indonesia Perangi “GSM”

Endang Kusumastuti
suarakarya-online.com

Budayawan Taufiq Ismail mengajak bangsa Indonesia memerangi “gerakan syahwat merdeka” (GSM). Gerakan ini tidak berorganisasi resmi, tapi bekerja sama bahu-membahu melalui jaringan mendunia dengan kapital raksasa yang mendanainya, ideologi gabungan yang melandasinya, dan media cetak serta elektronik yang menjadi pengeras suaranya. Continue reading “Taufiq Ismail Ajak Bangsa Indonesia Perangi “GSM””

Dengan Puisi Dia Mengubah

Ary Nugraheni
surabayapost.co.id

Itulah salah satu bait puisi karya sastrawan ternama Taufiq Ismail bertajuk ‘Kembalikan Indonesia Padaku’. Berkat konsistensinya menjadi satu-satunya sastrawan yang banyak menyimpan perhatian untuk Indonesia, maka belum lama ini di Jakarta sosok Taufik dihadiahi dengan konser bertajuk ‘A Tribute To Taufik Ismail’ oleh beberapa musisi ternama di Indonesia dari berbagai generasi. Mulai Bimbo, Dwiki Dharmawan, Ita Purnamasari, Krisdayanti, Maliq and D’Essential, dan Dea Imut. Continue reading “Dengan Puisi Dia Mengubah”

Taufiq Ismail Bangun Rumah Puisi

Yurnaldi
http://www.kompas.com/

JAKARTA, RABU – Hajatan majalah sastra Horison memperingati 55 tahun Taufiq Ismail dalam sastra Indonesia, yang Rabu (14/5) kemarin ditandai dengan peluncuran empat buku Mengakar ke Bumi Menggapai ke Langit, di Aula Mahkamah Konstitusi, Jakarta, mendapat sambutan luas berbagai kalangan. Apalagi, hasil penjualan seluruh buku akan disumbangkan untuk pembangunan Rumah Puisi, yang digagas Taufiq Ismail. Continue reading “Taufiq Ismail Bangun Rumah Puisi”

Bahasa ยป