Kemerdekaan bagi Orang Desa

Gerry Setiawan
http://www.korantempo.com/

Awal era reformasi, Taufik Ismail dalam puisi paling pendeknya berjudul Merdeka (1998) menulis begini: Merdeka! /Belum/.

Lima tahun setelah reformasi bergulir, Taufik Ismail kembali mempertegas tema merdeka melalui puisi berjudul Aku Malu Menatap Wajah Saudaraku Petani (2003). Napas puisi Taufik Ismail ini menjadi ajang pencerahan bersama, di tengah kesibukan seremonial Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-63 tahun ini. Continue reading “Kemerdekaan bagi Orang Desa”

Gelar Doktor Honoris Causa untuk Taufiq Ismail dan Taufik Abdullah

Yurnaldi
http://kompas.co.id/

JAKARTA, JUMAT – Universitas Indonesia memulai babak baru dalam dunia akademis. Guna memberikan apresiasi kepada putra terbaik bangsa, penegak panji-panji peradaban, Sabtu (31/1) di Balairung Universitas Indonesia, Depok, dalam penyelenggaraan wisuda semester Gasal 2008/2009, Univeristas Indonesia akan menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa kepada Taufiq Ismail dan Taufik Abdullah. Continue reading “Gelar Doktor Honoris Causa untuk Taufiq Ismail dan Taufik Abdullah”

MENGULITI MAKNA SAKRAL

Nurel Javissyarqi*
http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/

Sakral itu mendiami kerahasiaan diri. Menjelma kesakralan umum saat dikumandangkan dalam gaung atmosfir yang serupa. Ia terbentuk atas reruang kebisingan profan, dari padatnya suara-suara kedirian yang terpencil. Dan hadir di kala mempercayainya sebagai kekhusukan makna. Dirinya bukan di ambang logika murni, sebab timbangannya perasaan nurani. Tetapi melalui kesibukan pun sanggup tercipta. Continue reading “MENGULITI MAKNA SAKRAL”

“serial polemik sastra pornografi di dunia maya” – kedelapan

MAZHAB SELANGKANGAN

Riza Almanfaluthi
http://hudanhidayat.multiply.com/

Saat ini saya tidak membahas masalah perbedaan pendapat di ranah fikih hanya gara-gara menampilkan judul dengan kata awal: mazhab. Karena sudah jelas tidak ada kata yang kedua dalam pemikiran Islam. Tetapi saat ini saya hendak mengutarakan sesuatu yang menjadi polemik belakangan ini. Polemik yang hampir-hampir menyerupai pertarungan pemikiran di tahun 70-an antara Nurkholis Madjid dan H.M. Continue reading ““serial polemik sastra pornografi di dunia maya” – kedelapan”

Bahasa ยป