Tjiptaning, Melakukan Perlawanan dengan Puisi

Yurnaldi
kompas.co.id

Seharusnya ku mampu menegakkan wajah di hadapan orang-orang ini,/tapi moral ku tak cukup kuat bertopeng, bahwa wajah-wajah ini/tidak sedang mengemis. Mereka sedang menggugat haknya.//Antri panjang di tengah terik yang menyengat, menjadi tugas tambahan/dari para perempuan yang tak lagi muda ini. Saatku berada dalam nyaman/gedung ber-ac, mungkin aku tak selalu ingat bahwa kini para perempuan/miskin ini, bertambah satu kewajibannya; antri!//Tak hanya minyak, beras dan mie instan, kini singkong pun mereka rebut. Continue reading “Tjiptaning, Melakukan Perlawanan dengan Puisi”

Ekspresi Puisi dan Batik

S. Ika Sari
http://www.tempointeraktif.com/

Dalam kehidupan ada dorongan hati untuk terus tumbuh dan berkembang…
Itulah sepenggal larik dari puisi karya Tetet Cahyati Popo Iskandar yang berjudul The Spirit of Growth. Puisi yang ditulis pada 2005 silam itu ternyata membuahkan inspirasi manis bagi dunia fashion Tanah Air. Tak tanggung-tanggung, melalui beberapa puisi hasil karyanya, Tetet berhasil menorehkan sebuah lukisan menjadi sebuah batik tulis kontemporer. Ragam batik Indonesia pun seperti mendapat napas baru. Continue reading “Ekspresi Puisi dan Batik”

Pantun, Kampanye, dan Pemilu

Rendra Setyadiharja*

batampos.co.id

Kota Tanjungpinang, Kota Gurindam Negeri Pantun. Adalah sebuah nama yang masyhur di telinga penulis. Kota dimana penulis dilahirkan dan dibesarkan. Kota yang dipimpin oleh wali kota yang cantik, dialah bundaku Hj Suryatati A Manan. Sekarang kota ini bertambah lagi gelarannya sebagai negeri pantun. Dimana budaya pantun sangat dilestarikan di kota ini. Boleh dikatakan segala aktivitas penduduk ataukah pejabat pemegang kekuasaan di kota ini sangat gemar berpantun. Baik itu dalam percakapan, atau dalam sambutan. Jadi wajar saja jika kota ini digelari negeri pantun, negeri tempat pantun selalu dilantunkan. Continue reading “Pantun, Kampanye, dan Pemilu”

Bahasa ยป