Yurnaldi
kompas.co.id
Seharusnya ku mampu menegakkan wajah di hadapan orang-orang ini,/tapi moral ku tak cukup kuat bertopeng, bahwa wajah-wajah ini/tidak sedang mengemis. Mereka sedang menggugat haknya.//Antri panjang di tengah terik yang menyengat, menjadi tugas tambahan/dari para perempuan yang tak lagi muda ini. Saatku berada dalam nyaman/gedung ber-ac, mungkin aku tak selalu ingat bahwa kini para perempuan/miskin ini, bertambah satu kewajibannya; antri!//Tak hanya minyak, beras dan mie instan, kini singkong pun mereka rebut. Continue reading “Tjiptaning, Melakukan Perlawanan dengan Puisi”