Menyatukan Dunia Lewat Gamelan

Heru CN
http://www.korantempo.com/

Suntuk bergaul dengan gamelan sejak kecil hingga menggelar festival gamelan.

“Kenal Sapto Rahardjo?” tanya lelaki kurus berambut putih sebahu. “Tidak,” jawab Fadil Ikram, 9 tahun. Siswa kelas IV SD Muhammadiyah, Kalasan, Yogyakarta, itu baru saja melantunkan lagu Anoman Obong. “Wah, ternyata aku ini tidak terkenal,” kata lelaki berambut putih yang bernama Sapto Rahardjo itu sembari tertawa kecut. Continue reading “Menyatukan Dunia Lewat Gamelan”

Dari Teror ke Mata Sapi

Raihul Fadjri
http://majalah.tempointeraktif.com/

Sapto Raharjo memetik inspirasi dari gerak dan permainan anak tradisional. Semangat musik garda depan John Cage membayanginya.

Dua laki-laki berdasi duduk di atas kursi di depan meja. Tak tampak ada niat untuk memainkan dua keyboard yang mematung di sebelah mereka. Justru suara mereka yang datar, naik, turun, asyik membaca naskah secara bergantian. Kadang dalam bahasa Inggris, saat lain dalam bahasa Jawa. Continue reading “Dari Teror ke Mata Sapi”

MENULIS DAN ASMA NADIA

Sutejo
Ponorogo Pos

Kalau teman di Lingkar Pena Asma Nadia, ada sebuah wawancara kecil dengan Kompas, seorang penulis perempuan berbakat pernah bilang begini: “Saya tidak ingin menyia-nyiakan talenta dari Tuhan dan menjadikan menulis sebagai salah satu bentuk ibadah.” Perempuan penulis itu adalah Helvy Tiana Rosa, yang saat ini dikenal sebagai penulis cerpen dan novel. Karyanya sudah dipublikasikan di majalah anak-anak sejak ia masih duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar (SD). Lebih dari itu, konon, ia sudah mulai menulis catatan harian mulai kelas satu SD. Continue reading “MENULIS DAN ASMA NADIA”

Mashuri, Wayang, dan Kekinian

Evieta Fadjar
tempointeractive.com

Jakarta:…Aku putramu, yang kau beri nama Wisrawana dan bergelar Danapati alias Danaraja ketika memerintah Praja Lokapala menggantikanmu, tak juga mengerti, sampai di mana kasihmu kepadaku. Ingatanku masih terpatri pada tragedi hidup yang pernah kau sulut dan membakar seluruh diri dan harapanku. Sayang, segalanya bermula begitu indah… Continue reading “Mashuri, Wayang, dan Kekinian”

Bahasa ยป