SEBUAH SUGESTI PEMBODOHAN

Imamuddin SA *

Sudah barang tentu kita mengenal istilah ini. Tidak hanya itu, jangankan dalam dunia kesusastraan (fiksi), bahkan kita sendiri kerap mengalaminya dalam realitas kehidupan sehari-hari. Ya, benar! Istilah itu adalah konflik.

Tidak dapat dielak lagi, jika kita mengatakan bahwa karya sastra merupakan mimesis. Karya sastra adalah gambaran realitas yang diusung oleh pengarang ke dalam bentuk teks tulis. Karya sastra adalah miniatur kehidupan. Continue reading “SEBUAH SUGESTI PEMBODOHAN”

Gandrik

Arie MP Tamba
jurnalnasional.com

Gedung Kesenian Jakarta, 24 Agustus 2006. Butet Kartaredjasa sedang memerankan Raden Mas Suhikayatno (RMS) dalam pertunjukan Matinya Toekang Kritik karya Agus Noor. Pementasan didukung oleh Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, Kuaetnika, Teater Gandrik, dan Orkes Sinten Remen, yang melibatkan para seniman seperti Djaduk Ferianto, Whani Darmawan, Ong Harry Wahyu, Clink Sugiarto, Indra Gunawan, dll. Continue reading “Gandrik”

Masa Lalu Sebagai Kenang-Kenangan

Haris del Hakim
http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/

Berapa kali kaujenguk masa lalumu setiap hari?
Kenangan masa lalu selalu tampak indah dan senantiasa diingat dengan wajah berseri-seri, seakan alam semesta telah berubah menjadi alat musik yang hanya memainkan nada-nada bahagia. Meski perih dan luka tidak lepas dari satu kurun dalam kenangan itu, namun tak ubahnya nada improvisasi yang menambah merdu irama. Dan cerita tentang masa lalu lebih sering diiringi dengan tertawa dan bangga, apalagi bila terlibat di dalamnya sebagai pelaku. Continue reading “Masa Lalu Sebagai Kenang-Kenangan”

Bahasa ยป