Inti Puisi Adalah Dekonstruksi

(Epilog Untuk Buku Puisi Javed Paul Syatha)

Mashuri

Kawanku Paul yang baik
Aku telah membaca sajak-sajakmu. Ketika kau bagi sajakmu menjadi tujuh bagian, aku teringat pada martabat sab’ah karya Al Burhanpuri, juga teringat pada maqomat tujuh dalam dunia sufi: sebagaimana Athar melukiskannya dengan sangat baik dan imajinatif dalam: mantiq at thair. Aku berkata begitu, karena sajak-sajakmu mengajakku berenang ke dunia ‘dalam’ itu, sekaligus menyelaminya. Meski terus terang, aku ingin menolaknya. Entah kenapa aku selalu merasa belum waktunya untuk menyelam ke dunia yang selalu bersintuh dengan riuh langit itu. Aku masih terlalu gandrung pada ‘karang langit’: terjal tapi menggigit. Continue reading “Inti Puisi Adalah Dekonstruksi”

JAKARTA INTERNATIONAL LITERARY FESTIVAL (JILFest) 2008

Sumber, http://www.jilfest.org/

Jakarta sebagai ibukota negara, pusat pemerintahan, kota internasional, dan berbagai predikat lainnya — yang melekat pada reputasi dan nama baik Jakarta yang merepresentasikan citra Indonesia — memiliki arti penting tidak hanya bagi warga Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia, tetapi juga bagi masyarakat dunia. Continue reading “JAKARTA INTERNATIONAL LITERARY FESTIVAL (JILFest) 2008”

Kematian Sang Raja

Sebuah Catatan Arok Dedes karya Pramoedya Ananta Toer
Haris del Hakim

Kertarajasa, pada masa muda dikenal sebagai Ken Arok, tergeragap dari tidurnya. Ujung keris telah menempel di ulu hatinya. Kesadaran yang baru saja diperolehnya hilang sesaat kemudian kembali dan digenggamnya erat-erat. Dalam keadaan apa pun ia tetap seorang raja, berandal yang digelari Arok, dan panglima pasukan yang pernah menikamkan kerisnya ke jantung Tunggul Ametung. Continue reading “Kematian Sang Raja”

Jiwa Merdeka

D. Zawawi Imron *
Jawa Pos, 28 Sep 2008

ORANG yang kurang suka membuka sejarah, jarang yang tahu bahwa Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945 bertepatan dengan bulan Ramadan. Tak heran kalau ada yang mengatakan bahwa Ramadan, selain bulan penuh ibadah juga bulan kemerdekaan. Apalagi kalau dihubungkan dengan proses pencerahan diri, puasa adalah perjuangan kemerdekaan bagi tiap pribadi dari belenggu egoisme yang tak pernah mengenal orang lain sebagai saudara dalam kemanusiaan. Continue reading “Jiwa Merdeka”

Bahasa »