Kaspar

Arie MP Tamba
jurnalnasional.com

Bagi mereka yang mengakrabi cerita orang-orang Majus, yang dikisahkan sebagai tiga raja dari Timur dan menjadi saksi atas Hari Natal pertama (kelahiran Yesus) di dunia -nama-nama Baltasar, Melkior, dan Kaspar- tentu saja tidak asing. Mereka ini digambarkan sebagai raja-raja dari Asia, Afrika, dan Eropa. Continue reading “Kaspar”

PARADOKS GLOBALISASI: MEMIKIRKAN KEMBALI ARAH KEBUDAYAAN KITA

Abdul Hadi W. M.
icasjakarta.wordpress.com

(Disampaikan Pada Orasi Pengukuhan Guru BesarDalam Bidang Ilmu Falsafah dan Agama Universitas Paramadina, Jakarta 11 Juni 2008).

Hadirin yang mulia,
Izinkan saya awali dialog ini dengan menyampaikan puji syukur kepada Allah s.w.t. sebab berkat pertolongan-Nya semata majlis ini dapat diselenggarakan penuh khidmat. Terimakasih saya sampaikan kepada segenap pimpinan dan civitas akademika Universitas Paramadina yang telah memberi kesempatan kepada saya pada hari yang penting ini untuk menyampaikan pidato pengukuhan saya selaku guru besar pada Fakultas Falsafah dan Peradaban, khususnya Program Studi Falsafah dan Agama. Tidak kurang pula penghargaan dan terimakasih saya alamatkan kepada hadirin yang telah meluangkan waktu menghadiri majlis ini. Continue reading “PARADOKS GLOBALISASI: MEMIKIRKAN KEMBALI ARAH KEBUDAYAAN KITA”

Inisiator

N. Syamsuddin CH. Haesy
jurnalnasional.com

HARGA kehormatan manusia, dapat dilihat dari inisiatif yang lahir dari proses kecerdasan dan tanggung jawab personalnya di tengah lingkungan sosial, tempat di mana dia berada. Karenanya, orang-orang yang mempunyai sikap kerja profesional, tak pernah berhenti menciptakan inisiatif-inisiatif baru yang cerdas, segar, dan merupakan kontribusi berharga bagi kemajuan. Continue reading “Inisiator”

PERJALANAN PEMIKIRAN ACHDIAT KARTA MIHARDJA

Maman S. Mahayana *

Achdiat Karta Mihardja (lahir 6 Maret 1911), dalam usia yang hampir satu abad, hadir dengan novel terbarunya, Manifesto Khalifatullah (Mizan, 2005), sebuah novel gagasan yang mengingatkan pada magnum opus, Mohammad Iqbal, Javid Namah. Berbeda dengan dua novel sebelumnya, di sana kita seperti kehilangan tokoh Hasan yang peragu (Atheis, 1949) atau tokoh Rivai yang diterjang godaan berbagai problem cinta (Debu Cinta Bertebaran, 1973; 2004). Dalam Manifesto Khalifatullah, sikapnya lebih tegas dan lugas. Itulah estetika yang diusungnya, sekaligus sebagai representasi perkembangan pemikirannya. Continue reading “PERJALANAN PEMIKIRAN ACHDIAT KARTA MIHARDJA”

Bahasa ยป