Nae

Miftah Fadhli
http://www.surabayapost.co.id/

Gerimis itu akhirnya datang juga. Gemilat kilat memancar di langit hitam. Sesaat, pandanganku terpaku pada sosok bayangan yang berkelebat di seberang sana. Menjadi tidak jelas karena interval gerimis yang rapat.

Perlahan ia membuka kaosnya. Kaos putih yang kulihat paling terang sore tadi. Aku bisa melihat gerak meliuk rambutnya yang sengaja dikibas-kibas. Tubuhnya pecah-pecah sebab kaca jendela keruh akibat gerimis yang telah berubah jadi hujan deras. Continue reading “Nae”

Air Mancur Kedua

A. Junianto
http://www.surabayapost.co.id/

Tiba-tiba saja aku sudah menemukan diriku di tempat ini. Dingin bangku di taman yang biasa disebut orang sebagai Alun-Alun Kota ini sudah bersiap menyambut. Rimbun beringin yang tertanam di empat sudutnya, juga sudah hendak menuntun tubuhku untuk masuk lebih dalam ke taman itu. Riuh orang yang berada di sana seperti terus memanggil namaku untuk masuk ke dalamnya dan duduk di salah satu bangkunya yang lembab dan dingin. Begitu pula tekukur ribuan burung dara yang terdengar seperti teriakan histeris yang terus memanggil-manggil namaku. Continue reading “Air Mancur Kedua”

RENCANA PALING SEMPURNA

Juwairiyah Mawardy
http://www.surabayapost.co.id/

Dia akan menikahiku. Resmi sebagai istri. Tercatat dalam buku nikah yang bisa diperlihatkan pada siapapun. Begitulah janjinya. Semula aku selalu bertanya kapankah itu? Tapi lama-lama aku tak ingin bertanya lagi. Aku hanya perempuan luar pagar. Perempuan kedua. Mungkin saja dalam tingkatan-tingkatan pikirannya, aku bukan hanya nomor dua, melainkan nomor ke sekian puluh dari urusan hidupnya. Yang terpenting adalah urusan politiknya. Continue reading “RENCANA PALING SEMPURNA”

Salju

Heri Latief
http://media-dunia-sastra.blogspot.com/

Kereta api terlambat lagi, salju telah membuat sistem sinyal kereta api kedinginan, lalu membeku, dan kebingungan tak bisa diatur lagi. Winter kali ini memang terasa aneh, cuacanya lebih dingin dan lebih membeku.

Aku terdampar di stasiun Utrecht, tak bisa melanjutkan perjalanan. Aku tak punya opsi lain kecuali menunggu di pojokan stasiun. Di luar badai salju lagi memburu waktu. Langit bagaikan bisu cemburu menyaksikan salju seperti kapas itu seakan-akan sedang bermain-main dengan angin. Continue reading “Salju”

Hantu Mei

Dadang Ari Murtono
http://www.surabayapost.co.id/

Sampai manakah batas kesetiaan itu barangkali tak ada yang tahu benar. Seperti pula tak ada yang tahu benar sejauh mana batas cinta itu. Kadangkala teramat tak masuk akal. Seperti kisah ini. Kisah tentang gadis yang memutuskan menjadi hantu. Setia menjaga rumah yang oleh orang-orang disebut rumah hantu. Setia menjaga dendam. Continue reading “Hantu Mei”

Bahasa ยป