Bapakku Telah Pergi 1

Rakhmat Giryadi
Suara Merdeka, 16 Jan 2011

Bapakku telah pergi
menemui pembakaran
ruang suci tempat selesaian
tapi ekor-ekor yang ditinggalkan
membelit tubuhku…

Puisi karya sahabatku yang aku temukan di antara sisa duka setelah kepergian Bapak, seperti belati yang menyayati kulit. Kata demi katanya seperti merajam hati, menelusup ke lorong gelap sejarah keluarga kami. Continue reading “Bapakku Telah Pergi 1”

Rindu Ibu pada Bumi

Ida Ahdiah
http://www.suarakarya-online.com/

Di awal musim gugur itu Ibu duduk di tepi jendela, menyaksikan daun-daun lepas dari tangkainya. Daun-daun yang telah berubah warnanya, kuning, merah, dan tembaga itu mendarat di atas rumput yang mengkerut kedinginan. Bumi telah kehabisan kehangatannya. Sebentar lagi pohon-pohon itu kesepian, ditinggalkan daun-daun. Angin yang menderu-deru bersekutu dengan angkasa yang buram, tak bercahaya.
Kulihat dua titik air bening di kedua sudut mata Ibu. “Apakah Ibu tidak bahagia?” Tanyaku. Continue reading “Rindu Ibu pada Bumi”

Sabda Cinta al-Husna

Camelia Mafaza

“Sembilan bulan ini akan terasa nikmat ya mas”, ucap Anisa Al-Husna pada Rahmat suaminya.

“Tentu, dan akan lebih nikmat setelah sembilan kedepan kita lalui, yakni saat anak kita lahir”, jawab Rahmat. “ Pasti indah ya Ma, ada aku, kamu dan anak kita”, sambung Rahmat yang memang sudah lama mendambakan kehadiran seorang anak. Continue reading “Sabda Cinta al-Husna”

Bahasa »