Pangeran Facebook

(Cerita dalam Potongan Status)
Sainul Hermawan
http://www.radarbanjarmasin.co.id/

Seperti pada kebanyakan kerajaan asli Indonesia yang lain pada masa pra-kolonial, sejarah Banjarmasin ditandai oleh pertentangan internal yang kronis, terutama di antara anggota-anggota keluarga raja. Kebencian, iri hati, ketamakan, dan lapar kekuasaan yang mendorong terbentuknya persekongkolan-persekongkolan politik merupakan sebab-sebab terjadinya friksi, pembunuhan manusia, atau pembunuhan kepala negara yang dilakukan oleh para pengikut raja-raja sendiri, yang sebagain besar berlangsung tanpa sanksi hukuman. Continue reading “Pangeran Facebook”

Negeri Cahaya

Dayu Nilam Abrar
http://www.sinarharapan.co.id/

Ahraniya, Negeri Cahaya ?Jika saja angin cukup kuat membawaku, aku ingin terbang. Terbang. Hilang. Dan melupakan semuanya. Berharap ini hanya mimpi. Harapan memang selalu klise.?

Aku pastilah seorang wanita yang beruntung. Beruntung karena berhasil lolos dari episode pertama pembantaian di kampung halamanku sendiri, Ahraniya, Negeri Cahaya. Tuhan menciptakan Negeri Cahaya sejak awalnya mungkin sedang merasa gusar. DiciptakanNya tanah yang gersang di sana. Hanya ada perbukitan, gua, dan pohon-pohon rendah. Continue reading “Negeri Cahaya”

Siapa Bersedia Mengubur Kami?

Teguh Winarsho AS
sinarharapan.co.id

RUMAH kami telah menjadi puing dan tumpukan sampah. Kami tak tahu dari mana sampah sebanyak itu datang ke rumah kami. Lihatlah, batu, kayu, besi, bongkah dinding bertumpuk seperti bukit gersang. Serupa gunung sehabis meletus. Tapi aku dan Cut Putri tetap memutuskan tinggal di rumah. Kami hanya berdua sebab Abah dan Umi belum pulang menjenguk kami. Sejak hari pertama, ketika gelombang tsunami datang. Padahal biasanya mereka tak pernah pergi lama. Paling ke rumah Paman Hasan di Sidikalang atau mengunjungi Tengku Sadin di Lhoksukon yang sudah dua tahun sakit. Menginap semalam dua malam lalu pulang. Tapi kini, sudah hampir dua minggu mereka belum pulang. Continue reading “Siapa Bersedia Mengubur Kami?”

Monolog Ayam Jago

Purnawan Kristanto
http://www.sinarharapan.co.id/

Hari ini rasanya aneh sekali. Entah mengapa, rasanya malam lebih cepat menjelang daripada biasanya. Matahari memang sudah bergulir ke Barat, tapi masih tinggi. Tiba-tiba langit berubah menjadi gelap. Karena mengira hari sudah malam, betina-betina mulai masuk ke petarangannya. Anak-anak menciap-ciap mencari kehangatan di balik ketiak induknya. Mereka bersiap mulai tidur. Pandangan mataku juga mulai meremang. Walaupun sebenarnya belum merasa mengantuk, aku pun mulai bertengger di atas ranting pohon kesukaanku. Dengan perasaan aneh, aku juga mencoba untuk tidur. Continue reading “Monolog Ayam Jago”

Nawang Wulan

Setiyo Bardono
http://www.sinarharapan.co.id/

?Jangan sekali-kali membuka tutup periuk ini.? Seingatku ada tiga orang yang pernah mengatakan hal seperti itu.

Orang yang pertama adalah Emakku. Soalnya ketika kecil dulu aku sering mengambil air campuran beras yang sudah mendidih, kemudian kucampur dengan sedikit garam dan gula jawa. Orang menyebutnya air tajin. Rasanya enak sekali. Mungkin air tajin itu kurang sehat atau Emak agak kesal karena kadang aku mengambil tajinnya terlalu banyak hingga air yang ditakar secukupnya akan berkurang kemudian mengganggu keras lunaknya nasi. Continue reading “Nawang Wulan”

Bahasa ยป