Cerita yang Menyertai Wabah di Kampungku

Raudal Tanjung Banua
korantempo.com

PADA awal 1980-an, ketika kelompok tani dan kelompencapir (kelompok pendengar, pewicara, dan pemirsa) mulai menjamur, sudah seharusnya kampungku mengadakan panen raya dengan hasil yang jauh lebih baik. Maklum, sebuah bendungan di bagian hulu sungai baru saja diresmikan di tahun 1976 oleh Ir. Sutami, Menteri Pekerjaan Umum dalam kabinet Soeharto. Empat kali berturut-turut sejak peresmian, hasil panen memang melimpah. Namun, Continue reading “Cerita yang Menyertai Wabah di Kampungku”

GADIS

Humam S Chudori
republika.co.id

Andika masih duduk mematung di ruang tamu. Ia seperti tak percaya pada peristiwa yang baru saja dialaminya. Untuk ke sekian kalinya ia merasa tidak berdaya menghadapi istrinya sendiri.
Terbayang lagi peristiwa yang belum lama berselang, tatkala lelaki yang tengah memanfaatkan cuti tahunan itu bertanya kepada istrinya yang hendak keluar rumah. Continue reading “GADIS”

MEMBURU CAHAYA

Dianing Widya Yudhistira
republika.co.id

Matahari mengeliat tepat di atas menara masjid. Kezia dan anjingnya berjingkat-jingkat di atas aspal jalan. Siang itu udara seperti berlomba-lomba menaikkan suhunya dengan suhu aspal yang sesekali terlihat asap di bagian tengahnya. Dari kejauhan aspal itu menciptakan cahaya kebiruan. Continue reading “MEMBURU CAHAYA”

Jembatan Merah

Danarto
jawapos.com

Setiap tanggal 10 November kami berbondong datang dari berbagai kota untuk berziarah ke Taman Makam Pahlawan Surabaya di mana ”Bidadari November” kami kuburkan. Kami, berikut keluarga kami, berdoa penuh khidmat di kuburan seorang perempuan, pahlawan kami, yang sesungguhnya tak kami kenal yang kedudukannya sangat misterius sampai kami beranak-pinak di berbagai kota besar dan kecil di seantero pulau Nusantara ini. Continue reading “Jembatan Merah”

Bahasa ยป