Yesus di Salib, Menurut Penyair Besar Indonesia

Yohanes Sehandi *
Pos Kupang, 29 Agu 2019

Salib adalah tanda sekaligus lambang kerendahan hati, penderitaan, dan keselamatan bagi kaum Nasrani atau Kristiani, yakni penganut agama Kristen dan Katolik. Salib (dengan huruf S kapital) tidak sekadar tanda silang. Tidak pula sekadar dua potong kayu yang dipasang bersilangan. Salib diyakini kaum Nasrani sebagai yang kudus dan apostolik, baik yang ada gambar atau patung tergantung pada Salib, maupun tanpa gambar atau patungnya. Bagi kaum Nasrani, Salib adalah benda kudus, karena hakikat dan lambang Salib menjadi bagian ajaran Nasrani: kerendahan hati, penderitaan, dan keselamatan. Continue reading “Yesus di Salib, Menurut Penyair Besar Indonesia”

KEKUASAAN ITU


Cat minyak di atas kanvas, Lukisannya Ndix Endik
Taufiq Wr. Hidayat *

Pada ujung menara kekuasaan itu, sejatinya tak lagi ada apa-apa selain sunyi. Ia sendiri. Dan tepat ketika itu, sesungguhnya ia tengah berada di sebuah tempat yang sangat berbahaya. Continue reading “KEKUASAAN ITU”

Revisi Sejarah Awal Sastra NTT

Yohanes Sehandi *
Pos Kupang, 3 Okt 2019

Opini ini bertujuan utama untuk merivisi atau meluruskan kembali hasil temuan saya beberapa tahun lalu tentang sejarah awal sastra NTT. Adapun hasil temuan saya itu, bahwa sejarah awal sastra NTT dimulai tahun 1961, terhitung sejak orang NTT pertama menulis karya sastra dalam bahasa Indonesia dan dipublikasikan secara nasional. Orang NTT pertama yang menulis karya sastra itu adalah Gerson Poyk (1931-2017). Continue reading “Revisi Sejarah Awal Sastra NTT”

Bahasa ยป