Nilai Moral Individu dalam Cerpen Blokeng Karya Ahmad Tohari

Evi Dana Setia Ningrum
esaisastrakita.blogspot.co.id

Nilai-nilai karya sastra adalah suatu nilai atau pesan atau aspek yang disisipkan oleh pengarang di dalam karya sastra. Pesan ini adalah pesan tersirat dalam cerita yang sengaja penulis sampaikan pada pembaca dengan cara membaca dan memahami isi cerita tersebut. Nilai yang terkandung dalam sebuah cerita selalu memiliki maksud dan amanat yang ingin penulis sampaikan kepada pembaca yang dikemas dengan menampilkan tokoh dan karakter serta alur yang menjadikan jalan cerita tersebut memiliki arah yang jelas. Continue reading “Nilai Moral Individu dalam Cerpen Blokeng Karya Ahmad Tohari”

“Akhirnya Karsim Menyeberang Jalan” Karya Ahmad Tohari

Maryani

Cerpen “Akhirnya Karsim Menyeberang Jalan” merupakan sebuah gambaran cerpen yang menarik sekali untuk dibaca dan dinikmati oleh pencinta karya sastra. Karena, setelah membaca cerpen ini kita sebagai pembaca merasakan adanya sebuah proses kreatif dalam penulisannya, dan terasa pula adanya keunikan pengarang dalam mengolah karyanya. Continue reading ““Akhirnya Karsim Menyeberang Jalan” Karya Ahmad Tohari”

Nilai-Nilai Edukatif dalam Cerita Khayal Yung Dolah

Riki Utomi *
Riau Pos, 4 Jun 2017

KITA setidaknya sepakat dengan usaha yang bertujuan kepada nilai-nilai didikan yang mana hal tersebut dapat membentuk pola tingkah laku manusia menjadi beradab. Hal itu menjadikan pribadi menusia dapat mengerti siapa dia sebenarnya; yaitu manusia seutuhnya yang dapat dididik dan jelas-jelas berbeda dengan makhluk yang lain. Continue reading “Nilai-Nilai Edukatif dalam Cerita Khayal Yung Dolah”

Merenangi Bait-Bait Kitab Suci dalam “Lelaki Pembawa Mushaf”

Bambang Kariyawan Ys *
Riau Pos, 1 Jul 2017

Karya yang ikhlas akan melahirkan kejujuran.
Itulah petikan kalimat motivasi dari penulis novel perempuan Riau, Nafiah Al Ma’rab dengan nama asli Sugiarti dalam acara bedah novelnya. Novel ini merupakan novel kedua yang ditulis setelah Jodohku dalam Proposal, dan kini hadir Lelaki Pembawa Mushaf (LPM) (Tim Medina Creative Imprint of Tiga Serangka, Solo: 2016, 208 h). Riau sebagai provinsi literasi dalam pelaksanaannya masih harus berjuang keras menjaga serta merawat julukan itu. Continue reading “Merenangi Bait-Bait Kitab Suci dalam “Lelaki Pembawa Mushaf””

Kacapiring: Kulminasi Religiusitas Danarto

Jafar Fakhrurozi
kawanmalaka.wordpress.com

Di usianya yang hampir menginjak kepala tujuh, di luar dugaan Danarto masih memiliki tangan emas untuk merautkan cerita-ceritanya di atas kertas. Hal itu bisa kita lihat dan rasakan ketika membaca Kacapiring, antologi cerpen terbaru Danarto yang terbit pertengahan 2008 tahun lalu. Seakan ingin melanjutkan cerpen-cerpen sebelumnya, Kacapiring bagaikan lantunan lagu gambus yang lebih bijak dan berisi. Apa gerangan yang disampaikan Danarto dalam Kacapiring? Continue reading “Kacapiring: Kulminasi Religiusitas Danarto”

Bahasa »