Lelaki yang Diasuh Kenangan (Mantra Asmara)

M.S. Arifin

“Salah satu syarat menulis buku adalah patah hati berkali-kali.” -Usman Arrumy

(1) Mantra Pembuka

Mendedahkan tinta, melumerkan rasa, menitipkan makna pada penggal kata, itulah menulis. Ia adalah kegiatan untuk meragukan sesuatu dengan berdasar keyakinan akan sesuatu. Menulis adalah upaya uzlah dari keramaian kata-kata menuju kesunyian rasa. Sebagaimana melukis, menulis berarti melakukan reka ulang apa yang sudah ada dalam alam pikir, alam rasa, alam hati. Continue reading “Lelaki yang Diasuh Kenangan (Mantra Asmara)”

Lima Buku yang Mesti Segera Dicetak Ulang

Indrian Koto
mojok.co

Kalau mau buka data, ada puluhan, ratusan, dan bukan tidak mungkin ribuan buku yang mesti dicetak ulang. Lucu rasanya ketika kurikulum 2013 merekomendasikan banyak sekali buku yang mesti dibaca siswa dan guru, ternyata buku tersebut rata-rata terakhir cetak tahun 90-an. Mestinya, sebagai pedagang buku saya senang buku sastra dijejalkan dengan setengah hati ke buku pelajaran bahasa dan sastra, tapi jika buku-buku yang mesti dibaca itu hanya tersebar di “pasar gelap lapis tanah terdalam”, saya bisa apa? Continue reading “Lima Buku yang Mesti Segera Dicetak Ulang”

Penyakit Banyak Bertanya, Malas Membaca, Enggan Berpikir *

Nurel Javissyarqi

Seperti hari biasanya, mengelilingi kota Reyog sambil mengukir masa memahat waktu di kedalaman kalbu, kadang menghitung usia apa saja yang terlintas. Betapa damai jalan-jalan terlewati; menyusuri pemandangan alam ke Pulung, memutari keindahan telaga Ngebel yang pepohonannya tinggi menjulang, dan dedaunnya melambai ringan merekam jejak perjalanan, mungkin kelak diceritakan oleh angin musim pergantian. Continue reading “Penyakit Banyak Bertanya, Malas Membaca, Enggan Berpikir *”

BERMULA DARI OBSESI *

Bambang Kempling

Ernest Hemingway dalam novelnya, The Sun Also Rises mempertanyakan mengapa laut tidak pernah penuh. Albert Camus lewat beberapa karya abadinya, terus menerus mempertanyakan tentang kenisbian dunia. Dalam periode tertentu, Rendra mempertanyakan tentang ketidakadilan, Afrizal Malna mempertanyakan ketimpangan sosial. Melalui proses dan jalan panjang, serangkaian pertanyaan itu kemudian mereka perjuangkan jawabannya dalam wujud karya outentik. Continue reading “BERMULA DARI OBSESI *”

Dimensi Profetik: Kisah Penyair Mencari Tuhan di Hikayat Perjalanan Lumpur

Musa Ismail *
riaulive.com

Kalau kita merujuk ke Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), profetik mengandung makna berkenaan dengan kenabian dan ramalan. Namun, dalam pengertian lebih tajam, profetik merupakan suatu istilah yang mengaitkan antara ruang lingkup sastra dengan aspek keagamaan. Abdul Hadi WM mengatakan, segi penting yang kerap ditekankan oleh para ahli dan pengamat yang tajam dalam membicarakan relevansi sastra keagamaan yang mendalam, termasuk sastra sufi, ialah segi profetiknya. Inilah yang disebut semangat profetik. Continue reading “Dimensi Profetik: Kisah Penyair Mencari Tuhan di Hikayat Perjalanan Lumpur”

Bahasa »