Sastrawan Penghamba Media Massa Bukanlah Cita-Cita **

Anjrah Lelono Broto *
kompasiana.com/anjrah_lelono_broto

Sebagai homo socius, manusia membutuhkan manusia lain guna membangun eksistensinya sebagai manusia itu sendiri. Komunikasi di antara sesama manusia menjadi elemen mendasar dalam menciptakan relasi dan eksistensi tersebut. Ketika sebuah puisi dan atau cerpen telah dimuat dalam rubrikasi sastra sebuah media massa, dengan sendirinya puisi dan atau cerpen maupun pengarangnya tersebut mendulang apresiasi publik hingga bermuara pada identitas “karya sastra” dan “sastrawan”. Di sinilah, komunikasi antara sastrawan dan penikmat karyanya terjalin dengan media massa sebagai kanal penyambungnya. Continue reading “Sastrawan Penghamba Media Massa Bukanlah Cita-Cita **”

Merias Wajah Komunitas Sastra Jombang *

Jabbar Abdullah **

Hidup tanpa rintangan bukanlah hidup yang sebenarnya
Seseorang harus hidup dengan api di bawah kakinya

– M. Iqbal, Pujangga Pakistan –

Setiap orang memiliki kecenderungan dan kegelisahan yang berbeda. Kegelisahan lahir dari segala peristiwa yang disaksikan dan dirasakan. Dalam konteks sastra, seseorang yang cenderung menggelisahkan sastra tentu awalnya akan bergerak mencari orang yang bisa diajak berbagi kegelisahan tentang sastra. Continue reading “Merias Wajah Komunitas Sastra Jombang *”

Suatu sindiran terhadap Sherlock Holmes

yang diterbitkan di surat kabar Bintang Betawi pada tahun 1902
Edwin Wieringa
horisononline.or.id

Cerita detektif Sherlock Holmes ciptaan Sir Arthur Conan Doyle (1859-1930) sudah lama mengakar di Indonesia. Terjemahan dan saduran dari kisah petualangannya tetap populer selama puluhan tahun, tetapi kapan persis tokoh Sherlock Holmes itu untuk pertama kalinya masuk kancah sastra Indonesia? Menurut Doris Jedamski, seorang peneliti yang menulis cukup banyak mengenai penampilan hero tersebut di Hindia Belanda, debutnya dimulai sekitar tahun 1904. Continue reading “Suatu sindiran terhadap Sherlock Holmes”

Pengaruh Persia pada Sastra dan Seni Islam Nusantara

K. Ng. H. Agus Sunyoto

Penyebaran Islam di Kalangan Pedagang dan Alawiyin

Pemeluk Islam sudah masuk ke Indonesia sejak pertengahan abad ke-7 Masehi, sejaman dengan era kekuasaan Khalifah Utsman bin Affan. Yang paling awal membawa seruan Islam ke Nusantara adalah para saudagar Arab, Persia dan India yang sudah membangun jalur perhubungan dagang dengan Nusantara jauh sebelum Islam (Wheatley, 1961). Sebuah cerita kehadiran saudagar Persia (tazhi) pada masa kekuasaan Ratu Simha di Kerajaan Kalingga, diberitakan sumber-sumber Cina Dinasti Tang (Groeneveldt, 1960). Continue reading “Pengaruh Persia pada Sastra dan Seni Islam Nusantara”

Sastra Islam Melayu Indonesia

Dr.Abdul Hadi WM
ahmadsamantho.wordpress.com

Sastra Islam di Indonesia muncul mula-mula dalam bahasa Melayu pada abad ke-14 – 15 M bersamaan dengan luasnya penyebaran agama ini di kepulauan Melayu. Awal kemunculannya dalam bahasa Melayu ini dimungkinkan karena bahasa inilah yang mula-mula sekali digunakan sebagai media penyebaran Islam dan bahasa pengantar di d1.jpglembaga-lembaga pendidikan Islam. Continue reading “Sastra Islam Melayu Indonesia”

Bahasa »