Sastra Indonesia Pascakolonial, Timah, Lada dan Mangan (1)

(Dari Temu Sastrawan Indonesia II, Pangkal Pinang, 30 Juli – 2 Agustus 2009)
Mezra E Pellondou
Pos Kupang, 23 Agu 2009

APA yang membuatku bergairah sekali ketika diundang mengikuti Temu Sastrawan Indonesia II (TSI II) di kepulauan Bangka Belitung? Apakah karena cerpenku masuk dalam buku Antologi Cerpen Temu Sastrawan Indonesia II dan akan segera diluncurkan pada acara tersebut? Atau karena aku akan melakukan sebuah perjalanan imajiner ke negeri Laskar Pelanginya Andrea Hirata? Continue reading “Sastra Indonesia Pascakolonial, Timah, Lada dan Mangan (1)”

Mezra Pellondou: Semakin Mesra Menggauli Imajinasi

Usman D.Ganggang *
sosok.kompasiana.com

Nama Mezra, sapaan singkat dari nama panjang Mezra E.Pelandou, semakin dekat di hati para penikmat sastra. Iya, nama Mezra memang bukan asing lagi, bukan saja untuk ukuran NTT tetapi juga untuk tingkat nasional. Pasalnya, karya-karya imajinatifnya selalu mengunjungi penikmat sastra. Selain itu, dari tangan mungiilnya, hadir berbagai penghargaan. Continue reading “Mezra Pellondou: Semakin Mesra Menggauli Imajinasi”

Mazhab Riau: Representasi Kritis

Al Azhar Riau
azhariau.blogspot.com

Istilah “mazhab/aliran Riau” atau Riau School pertama kali dikemukakan oleh R.O. Winstedt, dalam bukunya A History of Classical Malay Literature (1977, cetak ulang). Ia sendiri tidak pernah menjelaskan panjang lebar anggapannya itu. Kemudian, pengkaji Melayu asal Rusia, Vladimir I. Braginsky, menerbitkan hasil observasinya tentang evolusi struktur syair (lihat: “Evolution of the verse-structure of the Malay syair,” Archipel 42: 133-54, 1991). Braginsky menemukan beberapa perbedaan struktur sejumlah syair yang diketahui ditulis di Penyengat; dan ia menyokong pendapat Winstedt. Continue reading “Mazhab Riau: Representasi Kritis”

Suara Diam dari Pesisir Selatan

: Catatan Kecil dari Panggung Penyair Pesisir Selatan
Heru Untung Leksono *
tanjungpinangpos.co.id

Menarik sekali mencermati perhelatan “Panggung Penyair Pesisir Selatan” yang dihelat oleh Komunitas Seni Budaya Belantara Kepulauan Riau yang digelar di Gedung Nasional Dabo Singkep pada hari Sabtu tanggal 1 Februari 2014, yang baru lalu. Gelaran perhelatan ini merupakan rangkaian kegiatan dari penutupan Lomba Baca Puisi tingkat SMP/SMA se-Kabupaten Lingga tahun 2014. Continue reading “Suara Diam dari Pesisir Selatan”

Bahasa »