Sastra Kepulauan VI: Sebuah Proyek Eksperimen di Barru

Afrizal Malna *
Kompas, 25 Mei 2008

DI beberapa tenda peserta terjadi percakapan antara peserta Sastra Kepulauan yang umumnya mahasiswa sastra, berlangsung di kampung Nelayan Barru, Sulawesi Selatan (2-3 Mei lalu):

”Apa batasan puisi?”
”Bagaimana cara menulis puisi yang baik?”
Oke. Bisakah pertanyaan itu menjadi lebih baik lagi?
”Apa itu cinta? Apa itu waktu?”
”Bagaimanakah hubungan tubuh dengan bahasa?” Continue reading “Sastra Kepulauan VI: Sebuah Proyek Eksperimen di Barru”

Rekonstruksi Pemikiran Tafsir Sayyid Qutb

Asif Trisnani
putrakatong.blogspot.com

Proyek “al-Nash wa al-waqi” atau “al-Wahyu wa al-Waqi'” yang sering digembor-gemborkan oleh Hassan Hanafi, menurutnya adalah merupakan paradigma dan kata kunci dalam memberikan interpretasi terhadap sebuah karya turats Islam. Berangkat dari keprihatin Hassan Hanafi terhadap hegemoni intelektual masyarakat Islam yang hanya berkutat di wilayah langit (nash) Continue reading “Rekonstruksi Pemikiran Tafsir Sayyid Qutb”

Oposisi Pasca Tradisi (telaah ringkas atas karya hassan hanafi)

Zaenal Abidin Riam *
zaenalabidinriam.blogspot.com

Buku ini merupakan salah satu karya Hassan hanafi yang penting untuk dibaca, buku ini menjadi salah satu bukti ketajaman Hassan hanafi dalam mengeksplorasi ruang pemikiran islam. Buku “oposisi pasca tradisi” tidak kalah penting jika dibandingkan dengan “yasar al islam” (kiri islam). Continue reading “Oposisi Pasca Tradisi (telaah ringkas atas karya hassan hanafi)”

Gugatan Seorang Penyair

Toeti Adhitama *
Media Indonesia, 6 Agu 2010

“Menurut Descarte, membaca dan membicarakan buku yang bagus seperti bercakap-cakap dengan orang-orang hebat dari abad-abad terdahulu.” Kata-kata itu diucapkan penyair Taufiq Ismail hari Minggu lalu, dalam sarasehan antarkerabat menjelang Ramadan. Descarte, filosof Prancis (1596-1650), terkenal dengan ungkapannya “Cogito Ergo Sum”. Kira-kira artinya: karena saya berpikir maka saya hadir. Continue reading “Gugatan Seorang Penyair”

Bahasa »