Latah

Kasnadi *

Latah menurut Tesaurus Bahasa Indonesia (2006:365) bermakna “ikut-ikutan”. Sifat ini merupakan salah satu ciri bangsa Indonesia di samping ciri lain yang diungkapkan oleh Mochtar Lubis dalam buku Manusia Indonesia: Sebuah Pertanggungjawaban (1996). Mochtar Lubis telah menjelaskan bahwa manusia Indonesia mempunyai beberapa ciri, diantaranya, adalah hipokrit, Continue reading “Latah”

Sastra Koruptif

Beni Setia *
Lampung Post, 7 Juli 2013

KALAU merunut Oxford Advanced Learner’s Dictionary (1995) korupsi identik sama ”the act of corrupting or the process of being corrupted”, dengan amat banyak rujukan dari kata korup. Salah satunya ”willing to act dishonestly or illegally in return for money or personal gain” –dengan catatan: ”especially of people with authority or power”. Tidak memungkinkan tukang becak, penyair, atau badut sirkus korupsi. Continue reading “Sastra Koruptif”

Sufi yang Shaleh sebagai Manusia Sempurna (Bagian V Selesai)

Karya: Masataka Takeshita
Penerjemah: M. Harir Muzakki *

Selanjutnya, Ibn ‘Arabi membagi para ulama berkaitan “sampai (pada Tuhan)” (wusul), yaitu: mereka yang kembali, dan mereka yang tidak kembali. Mereka yang kembali dibagi dalam dua kelompok: kembali secara khusus (ruju’ khusus), dan kembali secara umum (ruju’ ‘umum).165 Yang pertama dinamakan arif dan yang kedua dinamakn ‘alim yang menjadi pewaris (warith). Continue reading “Sufi yang Shaleh sebagai Manusia Sempurna (Bagian V Selesai)”

Sufi yang Shaleh sebagai Manusia Sempurna (Bagian III)

Karya: Masataka Takeshita
Penerjemah: M. Harir Muzakki *

Hakim Tirmidhi

Telah masyhur bahwa Hakim al-Tirmidhi adalah orang pertama yang menjelaskan teori kewalian. Meskipun, konsep kewalian telah muncul lebih awal dari dia dalam sejumlah hadis, dia menjadikan konsep kewalian sebagai pijakan seluruh tulisannya, dan semua sufi masa berikutnya mendasarkan teori kewaliannya pada al-Tirmidhi, tanpa terkecuali teori kewalian Ibn ‘Arabi. Continue reading “Sufi yang Shaleh sebagai Manusia Sempurna (Bagian III)”

Bahasa »