Lauddin dan ‘Hikayat Nakhoda’

Arman A.Z. *
lampungpost.com

Dalam esai Dicari: Novelis Lampung (Lampung Post, 9 September 2007), Maman S. Mahayana pernah melontar wacana tentang langkanya novel (dan novelis) dari Lampung. Tapi tidak lama, karena masyarakat sastra Lampung terobati dengan terbitnya novel Peri Kecil Sungai Nipah (2007) karya Dyah Merta yang berdomisili beberapa tahun di Lampung dan Nafsul Muthmainnah (2008), novel berlatar Lampung yang cetak ulang tujuh kali karya Anfika Noer (nama samaran pengarang Ika Nurliana). Continue reading “Lauddin dan ‘Hikayat Nakhoda’”

Agama di Era Perubahan Zaman

Hardi Hamzah
http://www.lampungpost.com/

Dalam bukunya World Culture and World Relegion, The Coming Dialogue, Hendrik Kraemer (1982), menuturkan bahwa semua agama di zaman kita sedang mengalami suatu krisis yang amat dalam. Setiap orang di zaman ini, ujar Kraemer, terutama yang melihat dan mengamat amati kehidupan serta perkembangan agama dengan bermacam-macam alirannya, selalu mengalami kesangsian dan pertentangan di antara pengikut-pengikutnya sehingga mereka tidak pernah jujur “kata hatinya”. Agama, kata para teolog modern, setidaknya adalah variabel kontrol. Continue reading “Agama di Era Perubahan Zaman”

Sastra Etnis Tionghoa Pengaruhi Sastra Indonesia Modern?

I Nyoman Suaka
http://www.balipost.co.id/

Masyarakat etnis Tionghoa yang kini sedang merayakan Imlek (1 Februari 2003), ternyata memiliki tradisi besar dalam bidang kesusastraan, Tidak saja populernya cerita Sam Pek Ing Tay dan cerita silat Ko Ping Ho, namun juga keberadaan sastra Melayu Tionghoa disebut-sebut sebagai cikal bakal lahirnya kesusastraan Indonesia Modern. Mengapa demikian? Continue reading “Sastra Etnis Tionghoa Pengaruhi Sastra Indonesia Modern?”

Simpul-simpul Peradaban Air Bali

I Made Prabaswara
http://www.balipost.co.id/

HINGGA akhir dasawarsa 1970-an, sebagian lebih orang Bali pastilah masih menjadikan air sebagai satu simpul komunikasi, selain bale banjar, pasar, dan sejumlah simpul lainnya. Toh di antara begitu banyak simpul-simpul manusia Bali itu, air tetaplah menjadi simpul komunikasi paling luas. Tidak sebatas sebagai simpul komunikasi sosial, air juga dijadikan simpul komunikasi spiritual. Akibat ini: tiada terelakkan bila air lantas menjadi simpul peradaban Bali yang berpengaruh besar, luas. Continue reading “Simpul-simpul Peradaban Air Bali”

MUSIK-TARIAN KEABADIAN; EKSTASE DIMABUK CINTA

M.D. Atmaja

PENGANTAR

Cinta sebagai sesuatu yang lumrah dalam kehidupan manusia, yang di dalamnya dipenuhi dengan puja-puji atas sesuatu yang dicintai. Hidup yang dipenuhi dengan rasa cinta, membuat kehidupan menjadi lebih indah dan bermakna. Cinta yang menjadikan hidup indah, dan indah di sini tidak mengacu pada keindahan materi, melainkan lebih pada pengaruh dari keindahan rasa yang menentukan eksistensi dari dunia materi. Menurut saya, cinta itu jauh dari apa yang namanya nilai badaniah, karena cinta bersifat ruh yang suci dan membawa manusia pada jalan terang yang memabukkan. Continue reading “MUSIK-TARIAN KEABADIAN; EKSTASE DIMABUK CINTA”

Bahasa »