Pasar Sastra

Bandung Mawardi
suarakarya-online.com

Nasib sastra di negeri ini masuk dalam pasar dengan pelbagai sensasi dan ironi. Keluhan buku sastra tidak laku mulai dihajar dengan politik best seller atau mega best seller. Kuantitas penjualan menjadi pamrih. Konsekuensi dari model ini adalah perebutan konsumen dan jerat loyalitas. Gairah pasar sastra dibentuk untuk mengesahkan sirkulasi modal. Pamrih atas sebaran makna kualitatif kerap direalisasikan sebagai sampingan karena pasar ramai oleh ekstase artifisial dan kesemuan. Continue reading “Pasar Sastra”

Bangkit dari Bencana Bersama Kebudayaan

Triyanto Triwikromo
suaramerdeka.com

Bencana -sepanjang 2006- agaknya menjadi hantu yang menebarkan rasa takut kepada siapa pun di negeri ini. Pada 27 Mei, misalnya, gempa berkekuatan 5,9 skala Richter telah membuat berbagai tempat di Jawa Tengah dan Yogyakarta luluh lantak.

Rumah-rumah dan gedung-gedung perkantoran roboh. Penduduk kalang kabut. Sebagian meninggal. Sebagian bertahan meneruskan kehidupan dalam kesedihan. Continue reading “Bangkit dari Bencana Bersama Kebudayaan”

BINTANG BARU NOVELIS WANITA

Maman S Mahayana*
http://mahayana-mahadewa.com/

Judul: Jendela-Jendela, Penulis: Fira Basuki, Penerbit: Grasindo, Jakarta, Cetakan I, Juli 2001, Tebal: 151 halaman

Setelah Ayu Utami (Saman, 1998), Oka Rusmini (Tarian Bumi, 2000), dan Dewi Lestari (Dee) (Supernova, 2001), kini muncul satu lagi novelis wanita, Fira Basuki, lewat novelnya, Jendela-Jendela; sebuah karya yang penuh pengharapan. Ia hadir dengan gaya yang berani dan menjanjikan. Oleh karena itu, rasanya sungguh pantas jika ia dijejerkan dalam deretan nama-nama itu. Pasalnya bukan sekadar keberaniannya mengungkapkan hubungan perselingkuhan ?yang ?dirumuskan? Nh. Dini dalam satu kata: tandas? melainkan juga lantaran cara bertuturnya yang cerdas dan terkesan sangat bersahaja. Continue reading “BINTANG BARU NOVELIS WANITA”

Rehorny 92 = Gerakan May?

Afnan Malay*
http://www.jawapos.co.id/

YA, seperti hidup, seni rupa adalah teka-teki. Mungkin, definisi itu akan memudahkan kita untuk memahami kerangka berpikir mereka yang hanya akan terkesima pada sesuatu yang dianggap memiliki ke(baru)an. Artinya, ada gagasan -monumental, eksentrik, fenomenal, kontroversial, fundamental, atau apa pun- yang tengah disodortawarkan dalam setiap aktivitas berkesenirupaan. Continue reading “Rehorny 92 = Gerakan May?”

Tentang Logika Pemerintah dan Kaum Politikus

A.S. Laksana *
jawapos.co.id

NOAM Chomsky, ahli bahasa dan aktivis politik AS, menyodorkan gagasan tentang struktur permukaan dan struktur dalam pada kajiannya tentang bahasa ujaran orang. Kajian itulah yang kemudian melahirkan pandangan baru dalam khazanah linguistik dengan apa yang disebut sebagai tata bahasa transformasional. Dalam teori gramatika yang dikembangkannya, Chomsky menyimpulkan bahwa struktur ujaran seseorang merepresentasikan pandangan dunianya. Karena itu, ketika seseorang mengomunikasikan ”realitas”, yang dia sampaikan sesungguhnya adalah ”realitas hasil olahan” yang melibatkan di dalamnya generalisasi, distorsi, dan penghapusan (deletion). Continue reading “Tentang Logika Pemerintah dan Kaum Politikus”

Bahasa ยป