Kegetiran di Balik Teater “Burung Merak”

S. Jai *

Joko Pandan menegak, menjilat darah di pedang
ia telah membunuh bapaknya
(Dari Sajak Rendra, Balada Terbunuhnya Atmo Karpo)

SAJAK yang hampir surealis dan fantastis ini lengkap dibacakan dengan memikat oleh sutradara dan pimpinan Komunitas Celah Celah Langit, Iman Soleh. Sajak ini pula yang menginspirasi Putu Wijaya menebar spirit WS Rendra (alm) untuk -memilih sudut pandang baru- dalam monolog Burung Merak di Universitas Airlangga, Selasa (17/11) malam. Putu mengeksplorasi dialognya “mengapa anak bersedia membunuh bapaknya?” “Kenapa bapak bisa terbunuh oleh anaknya?” Continue reading “Kegetiran di Balik Teater “Burung Merak””

Gerakan “Kama Sutra” Buku

Misbahus Surur *
jawapos.com

Kapan kegiatan membaca dianggap sebagai suatu pekerjaan yang bergengsi, yang bukan sekadar untuk mengisi waktu luang saja. Dan orang yang tidak doyan membaca dianggap sebagai orang yang tidak gaul. Mungkin hal tersebut tidak akan jauh dari angan bila kebiasaan membaca, minimal menjadi ikon bangsa yang punya kehendak untuk maju ini. Realitanya, belum banyak orang yang sadar diri untuk segera mengintimi buku. Gairah membaca belum membudaya apalagi menjadi menu sehari-hari kita. Ah, betapa menyenangkannya andai prototipe sebagai bangsa literal melekat pada jati diri bangsa ini. Continue reading “Gerakan “Kama Sutra” Buku”

”Kudeta” Jogja Biennale X

Afnan Malay *
jawapos.com

Perhelatan seni rupa dua tahunan berlabel Jogja Biennale yang kini memasuki bilangan kesepuluh (X) diselenggarakan mulai 10 Desember 2009 hingga 10 Januari 2010. Wahyudin, kurator terpilih melalui audisi yang diadakan Taman Budaya Yogyakarta (TBY), mengajukan tema Gerakan Arsip Seni Rupa Jogja. Isu itu bertujuan apik memetakan perjalanan historis -bentuk karya (pencapaian artistik) dan gerakan yang pernah digagas (konsep estetik) para perupa Jogja: kota utama seni rupa tanah air. Continue reading “”Kudeta” Jogja Biennale X”

Selamat Tidur, Gus…

A.S. Laksana *
jawapos.com

Gus Dur masuk di benak saya mula-mula sebagai karakter dan sekaligus pemilik gagasan-gagasan kontroversial. Ia berada di luar arus umum dan senantiasa mengingatkan kita akan adanya suara dan cara pandang yang berbeda. Ia pun menampilkan itu semua melalui dirinya sendiri. Pada masa itu, saya suka membaca tulisan-tulisannya tentang apa saja: keislaman, keberagaman, hidup bersama, dan sepak bola. Saya menyukai sepak terjangnya. Continue reading “Selamat Tidur, Gus…”

Bahasa ยป