Raudal Tanjung Banua
lampungpost.com
Di manakah posisi buku sastra ketika publik dan toko buku lebih bergairah menerima buku-buku “praktis” dan “instan”? Mengapa buku sastra “serius” kurang direspons publik dan distributor? Mengapa keberadaannya tersisih di rak tersembunyi toko buku, bahkan di laci-laci terkunci dan gudang belakang perpustakaan?—lead—
MUNGKIN tidak ada yang menolak jika dikatakan bahwa dunia perbukuan sekarang sedang marak. Setiap penerbit berlomba meluncurkan produk, lengkap dengan event serta fenomena yang menyertainya. Continue reading “Buku Sastra: dari Depan ke Rak Belakang”
