EKSPERIMENTASI DALAM SYUMUL KARYA AZMAH NORDIN

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Sastra berurusan dengan imajinasi. Fakta dalam realitas pun menjadi fiksi dalam sastra. Oleh karena itu, kenyataan faktual dalam sastra menjadi fiksional, lantaran dunia sastra adalah dunia imajinatif. Bagaimana imajinasi membangun dan mengolah kenyataan faktual ke dalam sebuah dunia imajiner yang sesungguhnya lahir dari pengalaman, penafsiran, dan pemahaman pengarangnya atas realitas sosio-kultural. Realitas sosio-kultural inilah yang menjadi sumber segala karya sastra. Mengingat karya sastra begitu khas dan unik, lantaran adanya permainan imajinasi, maka usaha untuk memahaminya mesti berangkat dari karya sastra itu sendiri seba-gai sebuah teks yang mandiri dan otonom. Continue reading “EKSPERIMENTASI DALAM SYUMUL KARYA AZMAH NORDIN”

Elit yang Mengolah Alam

Hudan Hidayat

Tragedi bangsa Indonesia sebagai negara yang mempunyai kekayaan alam yang melimpah, adalah abainya kebijakan negara yang membuat segenap warganya berpikir obsesif, bahwa untuk menjadi kaya dan sejahtera haruslah mengolah kekayaan alamnya dengan tangannya sendiri. Sehingga kita membangun dan tumbuh bukan semata berdasar pengetahuan (tehnologi) dan bantuan orang lain, tapi bertumpu dengan modalnya sendiri. Yakni sumber daya manusia Indonesia yang mengolah alamnya yang kaya raya. Continue reading “Elit yang Mengolah Alam”

PURITISME DALAM SASTRA INDONESIA

S Yoga

Sebenarnya sudah lama hal ihwal kelamin menjadi pembicaraan dalam dunia kesenian kita, misal dalam candi-candi, candi Borobudur juga ada hal ihwal berhubungan antara lelaki dan wanita, dalam serat Centhini bahkan digambarkan bagaimana harus bermain, hari apa sesuai wetonnya dan ciri-ciri wanita dengan hal ihwal perempuan, bahkan dalam gua-gua sudah terpancak relief-relief yang bergambar kelamin, perhatikan lingga yang bersimbol penis juga. Ingat pula dalam Kamasutra, Asmorogomo, Ars Amatoria, dari buku (meski ini bukan karya sastra) Sanksekerta, Jawa dan Latin ternyata karangan-karangan itu tidak menunjukkan dan terkesan tuna susila atau pornografi, padahal menguraikan teknik hubungan seks dan seluk beluknya. Continue reading “PURITISME DALAM SASTRA INDONESIA”

Ada Apa dengan Horison Sastra Indonesia?

Maman S. Mahayana *

Empat serangkai antologi Horison Sastra Indonesia (HSI: Kitab Puisi, Kitab Cerita Pendek, Kitab Nukilan Novel, Kitab Drama), seperti lazimnya penerbitan buku yang dianggap penting, acap kali diekori berbagai reaksi. Bahkan tidak jarang pula bermuara pada kontroversi. Namun, di luar dugaan, reaksi yang dialamatkan kepada para penyunting HSI terkesan berlebihan; melebar tak lagi memusat pada substansi antologi, tapi pada masalah yang mengesankan pemihakan subyektif. Di sana ada nada haru-biru. Continue reading “Ada Apa dengan Horison Sastra Indonesia?”

Senjakala Kritik Sastra Indonesia

Gunoto Saparie
infoanda.com

Karya sastra merupakan dunia kemungkinan, artinya ketika pembaca berhadapan dengan karya sastra, maka ia berhadapan dengan kemungkinan penafsiran. Setiap pembaca berhak dan seringkali berbeda hasil penafsiran terhadap makna karya sastra. Pembaca dengan horison harapan yang berbeda akan mengakibatkan perbedaan penafsiran terhadap sebuah karya sastra tertentu. Continue reading “Senjakala Kritik Sastra Indonesia”

Bahasa ยป