TAFSIR SEJARAH DALAM NOVEL SALAH ASUHAN

Maman S. Mahayana *

Setiap karya sastra adalah hasil pengaruh yang rumit dari faktor-faktor sosial-politik-kultural. Novel Salah Asuhan (1928) karya Abdoel Moeis, juga kelahirannya tak dapat dilepaskan dari faktor-faktor tersebut. Itulah sebabnya, usaha mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi di balik teks Salah Asuhan, penting artinya untuk menangkap amanat pengarangnya yang juga berkaitan erat dengan situasi sosial dan semangat zamannya. Continue reading “TAFSIR SEJARAH DALAM NOVEL SALAH ASUHAN”

Sastra dan Batas-batas Bahasa

Agus Wibowo
http://www.suarakarya-online.com/

Sastra, kata William Henry Hudson dalam introduction to the study of Literature (1960), selalu menyumbangkan nilai positif bagi kemanusiaan. Itu karena anasir-anasir yang dicipta, bertalian erat dengan penikmatan ragawi dan ruhani manusia, seperti olah rasa, cipta dan karsa. Lewat kelembutan dan kehalusannya, lanjut Hudson, sastra mampu membangkitkan emosi luhur sekaligus menjembatani sifat fitrah manusia yang cinta akan keindahan. Continue reading “Sastra dan Batas-batas Bahasa”

Kota, Buku Puisi, dan Sastra Pinggiran

Fahrudin Nasrulloh
_Jurnal Kebudayaan Banyumili

Puisi adalah sebuah kota yang sedang berperang — Hans Chinowski —

Begitulah kiranya gambaran sebuah kota yang berkobar dalam benak penyair Hans Chinowski, si tokoh absurd dalam novel Factotum, karya Charles Bukowski. Kota, ya sebuah kota, sebujur fosil dari kampung silam dan seiring menderasnya waktu perlahan tersulap oleh deru zaman dan modernitas menjadi sebuah wilayah yang menawarkan pilihan hidup tidak sekadar hidup. Continue reading “Kota, Buku Puisi, dan Sastra Pinggiran”