Bapak

Felix K. Nesi *
Jawa Pos, 22 Des 2019

Saya sedang menyetrika ketika kepala Bapak nongol dari balik pintu.

”Di mana kamu ikat sapi?” ia bertanya.

”Di pohon ampupu. Dekat kandang babi,” saya menjawab.

”Tidak ada.”

Matanya seperti datang dari masa lalu. Masa ketika saya yakin bahwa saya bisa bermain bola, dan ia bersikeras bahwa saya tidak mampu menjadi atlet. Continue reading “Bapak”