Tag Archives: Goethe

Goethe Di Antara Mozart dan Beethoven

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=310

Pada Mozart, katanya hati mencurah dalam angan-angan yang halus, sedangkan pada Beethoven, angan-angan bercepatan dengan beraninya ke yang tak berakhir: itulah kepenuhan rasa yang berhadapan dengan keyakinan daripada tenaga (J. Van Ackere).

Kita dapat pergunakan keduanya, tergantung kejiwaan saat-saat membuahkan karya, bisa berpandangan Mozart ketika jiwa dalam keadaan tersedot peristiwa, terhisap daya pesona semisal kegemilangan iman.

BUAT J.W.V. GOETHE, I

Nurel Javissyarqi*
http://pustakapujangga.com/2009/09/for-j-w-v-goethe-i/

(I) Ribuan gentayangan menjambak rambutku,
bersama matahari melewati tujuh harinya bumi,
duabelas purnama, gerimis dan terik menyengat.
Yang malam, menyaksikan bintang-gemintang abadi,
atas padang rumput ilalang, kala kabut menebar sangsi;
udara mulai terhirup pemikiran, keraguan ganjil tertelan.

BUAT J.W.V. GOETHE, II

Nurel Javissyarqi*
http://pustakapujangga.com/2009/09/for-j-w-v-goethe-ii/

(I) Faust, aku mendengarmu dalam keriuh rendahan
tebing sukmaku; bukit-bukit berbaris menguji dakian ini,
raut yang jauh di atas pegunungan salju adalah milikku.
Kau dinginkan tubuh hujan, kapas randu menerpa
jubahmu, yang kumal bagiku ketuaan wajahmu;
memandang purbawi dunia dari segala yang ada.