Persoalan Seni Fiksi dan Seni Fakta

Hudan Hidayat
Republika 10 Feb 2008

Mengkritisi tradisi sastra Indonesia terkini yang ditandai kecenderungan menguatnya politik sastra, penyair Ahmadun meminta kita berdialog kembali kepada teks. Sehingga, yang akan terjadi bukanlah “inilah saya”, tapi ”inilah karya saya.”

Opini penyair Sembahyang Rumputan itu nampak mengandung perbedaan yang tegas. Tapi, kalau kita pikirkan lagi, “inilah saya” dan “inilah karya saya” adalah hal yang niscaya. Karena “saya” berada di dalam “karya saya”. Continue reading “Persoalan Seni Fiksi dan Seni Fakta”

Revolusi Diam Kaum Muda

Hudan Hidayat

Sebuah statemen tak bisa mengelak dari klaim. Seperti “sumpah kaum muda” adalah klaim akan rasa memiliki: Indonesia yang bertanah air, berbangsa, dan berbahasa satu. Dan klaim tak memerlukan referendum “diterima atau ditolak” bergantung isi statemennya sendiri. Teks “Proklamasi” dipuja rakyat Indonesia karena dengannya, mereka bebas dari belenggunya. Continue reading “Revolusi Diam Kaum Muda”

Bahasa »