Mikrokosmos dan Makrokosmos dalam Pemikiran Islam (Bagian III Selesai)

Karya: Masataka Takeshita
Penerjemah: M. Harir Muzakki *

Teori Makrokosmos dan Mikrokosmos Ibn ‘Arabi

Ibn ‘Arabi seringkali membahas tema makrokosmos-mikrokosmos. Sebagaimana kami telah menjelaskan pada bab pertama, dia menggunakan tema ini sebagai dasar “epistimologi.” 102 Karena manusia dapat mengetahui segala hal di alam semesta, maka dia pasti memiliki sesuatu yang ada di alam semesta pada dirinya. Continue reading “Mikrokosmos dan Makrokosmos dalam Pemikiran Islam (Bagian III Selesai)”

Mikrokosmos dan Makrokosmos dalam Pemikiran Islam (Bagian II)

Karya: Masataka Takeshita
Penerjemah: M. Harir Muzakki *

Pengetahuan Diri Menurut Ikhwan al-Safa’

Tema pengetahuan diri yang telah kita analisis pada bab sebelumnya juga seringkali muncul dalam pemikiran Ikhwan. Namun, pada bab sebelumnya kami menjelaskan konsep pengetahuan diri sebagai pengetahuan Tuhan, titik tekan utama Ikhwan pada pengetahuan diri sebagai pengetahuan alam semesta, dan dalam hal ini terkait erat dengan teori makrokosmos dan mikrokosmos. Continue reading “Mikrokosmos dan Makrokosmos dalam Pemikiran Islam (Bagian II)”

Mikrokosmos dan Makrokosmos dalam Pemikiran Islam (Bagian I)

Karya: Masataka Takeshita
Penerjemah: M. Harir Muzakki *

Pada bab sebelumnya, kita telah mengkaji perkembangan pemikiran tentang Adam dalam pandangan Islam, dan kita telah menemukan beberapa penafsiran hadis imago Dei, tema mikrokosmos dan makrokosmos berhubungan dengan hadis itu. Pada bab ini, kami memfokuskan tema ini dalam pandangan Islam, khususnya doktrin makrokosmos Ikhwan al-Safa’, dan pengaruhnya terhadap pemikiran al-Ghazali dan Ibn ‘Arabi. Continue reading “Mikrokosmos dan Makrokosmos dalam Pemikiran Islam (Bagian I)”

Teologi Citra Tuhan, Ibnu Arabi (Bagian V Selesai)

Karya: Masataka Takeshita
Penerjemah: M. Harir Muzakki *

Pertama, ketika kita menerapkan bagian di atas pada pengetahuan Tuhan, pemikirannya sebagai berikut: Tuhan adalah Zat yang mengetahui diri-Nya, Zat yang memahami diri-Nya. Oleh karena itu, objek pertama pengetahuan-Nya adalah diri-Nya. Semua objek pengetahuan selain diri-Nya berada dalam citra-Nya secara keseluruhan ataupun dalam beberapa bagian citra-Nya. Continue reading “Teologi Citra Tuhan, Ibnu Arabi (Bagian V Selesai)”

Bahasa »